Kelompok Telur Penggerek Batang Jadi Sasaran Gerakan Nasional Kementan

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok Telur Penggerek Batang. (Foto: IPB)

Kelompok Telur Penggerek Batang. (Foto: IPB)

(Kitani.id): Gagasan akademisi IPB University kini resmi menjadi program nasional. Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Gerakan Nasional Pengumpulan Kelompok Telur Penggerek Batang. Inisiatif ini bermula dari masukan Prof Hermanu Triwidodo kepada Menteri Pertanian.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementan, Rachmat, menyebut gerakan ini memperkuat pengendalian hama lapangan. Kegiatan berlangsung serentak di 10 provinsi dan 250 kabupaten. Tujuannya adalah menekan populasi hama sejak dini menggunakan teknologi terapan.

Baca Juga  Teknologi AWD Lewat Pipa Paralon, Solusi Hemat Air Sawah Hingga 20 Persen

Di Karawang, aksi ini melibatkan ratusan peserta mulai dari pejabat hingga pelajar. Para petani dan siswa SMAN 1 Rawamerta turun langsung ke sawah. Mereka mempraktikkan cara pengambilan kelompok telur penggerek batang secara manual dan efektif.

Strategi Efisien Putus Siklus Hama Sejak Persemaian

Intervensi pada fase awal pertumbuhan tanaman dianggap sebagai langkah paling cerdas. Dekan Fakultas Pertanian IPB University menekankan pentingnya pengumpulan telur di masa persemaian.

Baca Juga  Jaga Stok Pangan, Pemprov Lampung Luncurkan Aplikasi eHorti untuk Petani Cabai

Area yang terbatas membuat pencarian telur hama menjadi lebih mudah. Strategi ini terbukti efisien dalam memutus siklus perkembangan hama sebelum meledak.

IPB University sepenuhnya mendukung teknologi ramah lingkungan yang aplikatif bagi petani. Cara ini jauh lebih aman daripada sekadar bergantung pada bahan kimia.

Gerakan ini menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah dan akademisi. Fokus utamanya adalah menjaga produktivitas pertanian melalui pendekatan preventif yang sederhana. Inovasi ini diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.(*)

Berita Terkait

Ketum HKTI: Program Jangan Berhenti di Atas Kertas
Mitigasi El Nino, Petani Lampung Diminta Lakukan Percepatan Tanam Padi
Konsumsi Sayur Masih Rendah, Program Makan Bergizi Gratis Jadi Solusi Strategis
Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur, Gubernur Mirza Raih KWP Award 2026
Jaga Stok Pangan, Pemprov Lampung Luncurkan Aplikasi eHorti untuk Petani Cabai
El Nino Godzilla, Petani Lampung Andalkan Jaringan Irigasi Air Tanah
Antisipasi El Nino Lampung Siapkan 1.222 Irigasi Perpompaan
Stok Beras Nasional Aman 11 Bulan, Mentan Amran Fokus Genjot Produksi

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 14:41 WIB

Kelompok Telur Penggerek Batang Jadi Sasaran Gerakan Nasional Kementan

Selasa, 28 April 2026 - 12:25 WIB

Ketum HKTI: Program Jangan Berhenti di Atas Kertas

Kamis, 23 April 2026 - 23:05 WIB

Mitigasi El Nino, Petani Lampung Diminta Lakukan Percepatan Tanam Padi

Rabu, 22 April 2026 - 23:43 WIB

Konsumsi Sayur Masih Rendah, Program Makan Bergizi Gratis Jadi Solusi Strategis

Jumat, 17 April 2026 - 20:15 WIB

Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur, Gubernur Mirza Raih KWP Award 2026

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB