(Kitani.id): Gagasan akademisi IPB University kini resmi menjadi program nasional. Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Gerakan Nasional Pengumpulan Kelompok Telur Penggerek Batang. Inisiatif ini bermula dari masukan Prof Hermanu Triwidodo kepada Menteri Pertanian.
Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementan, Rachmat, menyebut gerakan ini memperkuat pengendalian hama lapangan. Kegiatan berlangsung serentak di 10 provinsi dan 250 kabupaten. Tujuannya adalah menekan populasi hama sejak dini menggunakan teknologi terapan.
Di Karawang, aksi ini melibatkan ratusan peserta mulai dari pejabat hingga pelajar. Para petani dan siswa SMAN 1 Rawamerta turun langsung ke sawah. Mereka mempraktikkan cara pengambilan kelompok telur penggerek batang secara manual dan efektif.
Strategi Efisien Putus Siklus Hama Sejak Persemaian
Intervensi pada fase awal pertumbuhan tanaman dianggap sebagai langkah paling cerdas. Dekan Fakultas Pertanian IPB University menekankan pentingnya pengumpulan telur di masa persemaian.
Area yang terbatas membuat pencarian telur hama menjadi lebih mudah. Strategi ini terbukti efisien dalam memutus siklus perkembangan hama sebelum meledak.
IPB University sepenuhnya mendukung teknologi ramah lingkungan yang aplikatif bagi petani. Cara ini jauh lebih aman daripada sekadar bergantung pada bahan kimia.
Gerakan ini menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah dan akademisi. Fokus utamanya adalah menjaga produktivitas pertanian melalui pendekatan preventif yang sederhana. Inovasi ini diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.(*)








