(Kitani.id): Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KTPTH) Lampung menginstruksikan langkah taktis menghadapi El Nino. Para petani di sejumlah daerah diminta segera melakukan Percepatan Tanam Padipada bulan April ini.
Langkah tersebut krusial untuk memitigasi dampak kekeringan yang mulai mengintai wilayah pertanian. Kepala Dinas KTPTH Lampung, Elvira Ummihani, menekankan pengaturan pola tanam terutama di wilayah timur dan selatan.
Daerah seperti Mesuji, Tulang Bawang, Lampung Timur, dan Lampung Selatan harus bergerak cepat. “Percepatan tanam sangat penting dilakukan untuk meminimalkan potensi gagal panen,” ujar Elvira, Rabu (22 April 2026).
Varietas Genjah dan Antisipasi Kekeringan Panjang
Untuk wilayah yang rawan kekeringan, petani disarankan menggunakan varietas padi genjah. Beberapa pilihan yang direkomendasikan adalah Inpago 4-13, Inpari 38-46, serta varietas Pajajaran dan Cakrabuana.
Penggunaan benih yang tahan kering ini menjadi kunci agar produktivitas tetap terjaga meski pasokan air berkurang.
Kondisi tahun ini cukup menantang karena adanya rehabilitasi Bendung Way Rarem yang mengurangi debit air hingga 50 persen.
Elvira mengingatkan potensi kehilangan padi bisa mencapai 42 juta kilogram jika tidak diantisipasi sejak dini. Selain kekeringan, risiko kebakaran lahan dan serangan wereng batang cokelat juga harus diwaspadai secara kolektif.
Pemerintah daerah kini menyusun kalender tanam berdasarkan pemetaan durasi musim kering di tiap wilayah. Koordinasi intensif dilakukan agar gerakan peningkatan produksi tetap berjalan efektif hingga ke tingkat desa.
Melalui persiapan matang, Lampung optimistis dapat menekan angka puso dan menjaga stabilitas pangan daerah.(*)








