Presiden Prabowo Panen Udang, Optimis Indonesia Jadi Produsen Utama Global

Sabtu, 23 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Transformasi tambak tradisional ke sistem modern untuk mendongkrak daya saing ekspor perikanan di pasar global.(Ilustrasi: Kitani)

Transformasi tambak tradisional ke sistem modern untuk mendongkrak daya saing ekspor perikanan di pasar global.(Ilustrasi: Kitani)

(Kitani.id): Presiden Prabowo menyaksikan langsung produktivitas tinggi sektor perikanan nasional. Pemimpin negara ini memimpin panen raya udang vannamei di kawasan BUBK Kebumen, Jawa Tengah.

Sembari meninjau proses sortir, kepala negara melihat besarnya potensi komoditas ekspor ini. Selanjutnya, kawasan tambak seluas 100 hektare tersebut menjadi percontohan tata kelola terpadu.

Memang, fasilitas di lokasi ini sudah menggunakan konsep budidaya modern. Kawasan ini memiliki saluran air masuk, kolam tandon, serta instalasi pengolahan air limbah. Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan di lokasi tambak berjalan sangat baik.

Baca Juga  Produksi Ikan Nasional Tembus 10 Juta Ton, Pasokan Protein Aman dari El Nino

Potensi Devisa dari Tambak Udang Modern

“Jadi sangat menjanjikan, tadi saya diberi laporan 1 hektare bisa menghasilkan 40 ton, luar biasa 40 ton ya dan harganya sangat bagus, harganya 70 ribu rupiah per kilo. Berarti per ton 70 juta rupiah,” ujar Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (23/Mei/2026).

Berdasarkan data teknis, kawasan ini memiliki total 206 petak kolam produksi. Hasilnya, nilai produksi di Kebumen mencapai Rp67,2 miliar setiap satu siklus. Bahkan, angka tersebut berpotensi menembus Rp134,4 miliar dalam satu tahun.

Baca Juga  Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Kemudian, proyek strategis ini juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. “Jadi ini sangat bagus, sangat produktif. Lapangan kerja yang bisa diserap sekarang 650 orang setempat bekerja dan kita sudah membangun di Waingapu 2 ribu hektare,” tambah Presiden Prabowo.

Saat ini, pemerintah memang tengah mendirikan proyek serupa di Sumba Timur. Melalui modernisasi budi daya, udang Indonesia bersiap menjadi mesin devisa baru. Akhirnya, langkah nyata ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia di pasar global.(*)

Berita Terkait

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia
Produksi Ikan Nasional Tembus 10 Juta Ton, Pasokan Protein Aman dari El Nino
Peluang Emas Kerja di Jepang, KKP Siapkan SDM Perikanan Indonesia yang Terampil
Cara Mengelola Gudang Beku Portabel bagi Nelayan di Lampung
Strategi Baru KKP Tekan Biaya Produksi Petambak Tradisional
KKP Perketat Masuknya Ikan Impor, Pastikan Produk Perikanan Asing Aman Konsumsi
Ekspor Ikan Budidaya ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji
Utang Rp587 Miliar Dialihkan untuk Jaga Terumbu Karang Indonesia

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 18:51 WIB

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Rabu, 8 April 2026 - 15:43 WIB

Produksi Ikan Nasional Tembus 10 Juta Ton, Pasokan Protein Aman dari El Nino

Selasa, 7 April 2026 - 11:17 WIB

Peluang Emas Kerja di Jepang, KKP Siapkan SDM Perikanan Indonesia yang Terampil

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:45 WIB

Cara Mengelola Gudang Beku Portabel bagi Nelayan di Lampung

Senin, 16 Maret 2026 - 01:58 WIB

Strategi Baru KKP Tekan Biaya Produksi Petambak Tradisional

Berita Terbaru