(Kitani.id): Menteri Pertanian Amran Sulaiman bergerak cepat mengatasi penurunan harga ayam broiler di pasaran. Pemerintah meluncurkan strategi khusus dengan memanfaatkan jaringan program sosial berskala besar. Langkah utama yang diambil adalah memperkuat sinergi antarlebaga negara.
Kementerian Pertanian meminta Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil peran aktif. BGN diminta memperbanyak porsi daging ayam dan telur dalam menu harian program Makan Bergizi Gratis (MBG). Strategi ini terbukti efektif mendongkrak kembali nilai jual komoditas peternakan tersebut.
“Sekarang harganya sudah mulai naik. Karena kemarin kami rapat bersama dan langsung menindaklanjuti agar konsumsi di BGN ditingkatkan menu ayam dengan telur,” ujar Mentan Amran Sulaiman di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/Juni/2026).
Meroketnya pasokan di pasar ditengarai menjadi penyebab utama kemerosotan harga ini. Kondisi tersebut diperparah oleh momentum libur sekolah yang mengurangi konsumsi harian masyarakat. Kenaikan pasokan terjadi saat siswa SMP dan SMA sedang menikmati masa liburan.
Dorong Kepatuhan Regulasi HPP dan HAP
Pemerintah meminta seluruh pelaku usaha berkomitmen menjaga stabilitas harga di lapangan. Semua pihak terkait wajib mematuhi aturan batas harga yang telah berkekuatan hukum. Kebijakan ini penting demi melindungi peternak mandiri maupun konsumen luas.
HPP untuk ayam hidup di tingkat peternak sebenarnya telah dipatok senilai Rp18.000 per kg sejak 19 Juni 2025. Penertiban juga berlaku ketat untuk komoditas telur ayam nasional. Mentan Amran Sulaiman mendesak pengusaha mematuhi Harga Acuan Pembelian (HAP) telur sebesar Rp26.500 per kg.
“Harga harus mengikuti regulasi pemerintah, yaitu harga eceran tertinggi (HET) dan HPP,” tegasnya.
Kepala BGN Nanik S Deyang menyambut baik rencana kolaborasi taktis ini. Pihak BGN menyatakan kesanggupannya meningkatkan serapan telur dan ayam untuk MBG. Langkah bersama ini diharapkan mampu menjaga kesejahteraan peternak secara berkelanjutan.(*)








