Sistem Verifikasi Vaksin Hewan, Strategi Kementan Jamin Mutu Ternak Rakyat

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penguatan sistem verifikasi vaksin berbasis ilmiah dan standardisasi internasional untuk menjamin efektivitas perlindungan ternak.

Penguatan sistem verifikasi vaksin berbasis ilmiah dan standardisasi internasional untuk menjamin efektivitas perlindungan ternak.

(Kitani.id): Kementerian Pertanian memperkuat pengawasan terhadap produk kesehatan ternak di tanah air. Upaya ini dilakukan melalui penguatan sistem verifikasi vaksin hewan untuk memastikan setiap dosis yang beredar memiliki kualitas tinggi.

Standarisasi yang ketat menjadi kunci utama dalam melindungi aset peternak dari ancaman wabah penyakit menular.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam forum internasional di Bangkok, Thailand, yang mempertemukan para ahli kesehatan hewan se-Asia.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia berperan aktif menyusun standar keamanan vaksin, khususnya untuk menangani Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pemerintah ingin menjamin bahwa vaksin tidak hanya tersedia, tetapi juga ampuh menekan angka kematian ternak.

Baca Juga  Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Hendra Wibawa, menjelaskan bahwa kualitas produk biologis ini merupakan variabel penentu keberhasilan pengendalian penyakit. Pemilihan jenis vaksin harus disesuaikan dengan kondisi lapangan serta jenis virus yang sedang beredar.

“Pemilihan vaksin tidak bisa sembarangan. Harus dipastikan aman, efektif, dan sesuai dengan strain virus yang ada. Ini menjadi dasar agar vaksinasi memberikan perlindungan optimal,” ujarnya di Jakarta, Rabu (25 Maret 2026).

Pengawasan Mutu dan Stabilitas Vaksin

Pemerintah saat ini terus meningkatkan evaluasi terhadap masa simpan dan stabilitas produk sebelum didistribusikan ke tingkat peternak. Laboratorium khusus seperti Pusvetma Surabaya dan BBPMSOH Gunung Sindur dilibatkan penuh untuk menguji efektivitas vaksin terhadap mutasi virus terbaru.

Baca Juga  Produksi Susu Nasional Hadapi Tantangan Struktural, BRIN Dorong Inovasi Teknologi

Delegasi Indonesia juga mengusulkan pembentukan jaringan laboratorium pakar di tingkat ASEAN. Kerjasama ini bertujuan menyusun protokol verifikasi yang seragam bagi seluruh negara anggota.

Dengan adanya standar yang sama, evaluasi vaksin dapat lebih akurat menyesuaikan dengan kondisi peternakan di masing-masing wilayah.

Bagi peternak rakyat, sistem verifikasi vaksin hewan yang kuat berdampak langsung pada penurunan kerugian ekonomi.

Risiko kegagalan produksi akibat serangan penyakit dapat diminimalisir secara signifikan. Hal ini sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kualitas daging dan produk ternak domestik.

Baca Juga  Lampung Selatan Siap Jadi Role Model Ekonomi Pertanian Nasional

Menjaga Keberlanjutan Usaha Peternak

Melalui rekomendasi teknis dari forum internasional tersebut, pemerintah optimis pengendalian PMK akan berjalan lebih sistematis. Kepastian mutu vaksin memberikan rasa aman bagi para pelaku usaha peternakan dalam menjalankan aktivitas produksinya.

Keberlanjutan sektor peternakan sangat bergantung pada ketangguhan sistem kesehatan hewan nasional. Dengan verifikasi yang transparan dan berbasis sains, ancaman wabah yang fluktuatif diharapkan tidak lagi menjadi penghambat kemajuan ekonomi desa. Pemerintah menjamin bahwa perlindungan ternak tetap menjadi prioritas strategis dalam mendukung kedaulatan pangan.(*)

Berita Terkait

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS
Kontes Sapi Pacu Semangat Peternak
Pemprov Lampung Masifkan Vaksinasi Ternak Cegah PMK Jelang Idul Adha 2026
Produksi Susu Nasional Hadapi Tantangan Struktural, BRIN Dorong Inovasi Teknologi
Mengenal Jenis Sistem Cage Free, Solusi Peternakan Ayam Modern yang Sejahtera
Ayam Lebih Sehat dan Bebas Bergerak, Intip Keunggulan Sistem Cage Free
Sistem Cage Free, Langkah Modern Tingkatkan Kesejahteraan Ayam Petelur
Memutus Rantai Kerugian, Hilirisasi Perunggasan Kementan Lindungi Peternak Rakyat

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Senin, 27 April 2026 - 19:17 WIB

Kontes Sapi Pacu Semangat Peternak

Kamis, 2 April 2026 - 10:43 WIB

Pemprov Lampung Masifkan Vaksinasi Ternak Cegah PMK Jelang Idul Adha 2026

Senin, 30 Maret 2026 - 13:57 WIB

Produksi Susu Nasional Hadapi Tantangan Struktural, BRIN Dorong Inovasi Teknologi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:37 WIB

Sistem Verifikasi Vaksin Hewan, Strategi Kementan Jamin Mutu Ternak Rakyat

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB