(Kitani.id): Kementerian Pertanian menantang Provinsi Lampung untuk mengambil peran lebih besar dalam ketahanan pangan. Daerah ini diminta menjadi penopang utama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Tantangan ini bukan tanpa alasan, melihat rekam jejak produksi pertanian Lampung yang terus melesat. Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan, Regulasi, dan Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian, Tin Latifah, menyampaikan hal tersebut di Bandarlampung, Selasa (26 Mei 2026).
Tin Latifah menjelaskan bahwa Lampung mencatat kenaikan produksi padi tertinggi dan masuk dalam enam besar nasional tahun lalu. “Capaian ini mengukuhkan posisi Lampung sebagai kekuatan pangan nasional, dan Lampung menjadi salah satu daerah lumbung pangan nasional. Serta memiliki peran penting dalam menjaga pasokan komoditas utama, salah satunya padi,” ujar Tin Latifah.
Lonjakan Target Produksi Padi Lampung 2026
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi padi Lampung pada 2025 melonjak hingga 16,53 persen. Hasil panen melesat menjadi 3,25 juta ton dari tahun sebelumnya yang hanya 2,79 juta ton.
Pertumbuhan positif ini juga diikuti oleh peningkatan produksi beras yang konsisten saban tahun. Produksi beras Lampung tercatat sebesar 1,58 juta ton pada 2023. Angka ini kemudian naik menjadi 1,60 juta ton pada 2024, dan menyentuh 1,86 juta ton pada 2025.
Sejak 2020, Lampung konsisten menyumbang lebih dari 4,5 persen terhadap produksi nasional. Ketika produksi padi nasional sempat turun pada 2024, kontribusi Lampung justru merangkak naik.
Pangsa produksi Lampung terhadap nasional merosot dari 5,07 persen pada 2023 menjadi 5,11 persen pada 2024, dan melompat ke 5,97 persen pada 2025.
Berkaca dari rapor hijau tersebut, tantangan baru pun menanti di depan mata. Pemerintah pusat menaikkan target produksi untuk Bumi Ruwa Jurai secara signifikan tahun ini.
“Dengan capaian tahunan yang baik ini di 2025, Lampung diberikan target yang lebih besar di 2026 dari tahun lalu sekitar 20 persen. Ini menjadi kebanggaan kita semua, karena diberi kepercayaan bahwa Provinsi Lampung menjadi pendukung utama, bahkan tulang punggung tercapainya swasembada pangan nasional,” kata Tin Latifah menambahkan.(*)








