Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 27 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung didorong memaksimalkan potensinya sebagai kontributor utama demi mengamankan pasokan pangan nasional.(ilustrasi: Kitani)

Lampung didorong memaksimalkan potensinya sebagai kontributor utama demi mengamankan pasokan pangan nasional.(ilustrasi: Kitani)

(Kitani.id): Kementerian Pertanian menantang Provinsi Lampung untuk mengambil peran lebih besar dalam ketahanan pangan. Daerah ini diminta menjadi penopang utama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Tantangan ini bukan tanpa alasan, melihat rekam jejak produksi pertanian Lampung yang terus melesat. Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan, Regulasi, dan Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian, Tin Latifah, menyampaikan hal tersebut di Bandarlampung, Selasa (26 Mei 2026).

Tin Latifah menjelaskan bahwa Lampung mencatat kenaikan produksi padi tertinggi dan masuk dalam enam besar nasional tahun lalu. “Capaian ini mengukuhkan posisi Lampung sebagai kekuatan pangan nasional, dan Lampung menjadi salah satu daerah lumbung pangan nasional. Serta memiliki peran penting dalam menjaga pasokan komoditas utama, salah satunya padi,” ujar Tin Latifah.

Baca Juga  Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Lonjakan Target Produksi Padi Lampung 2026

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi padi Lampung pada 2025 melonjak hingga 16,53 persen. Hasil panen melesat menjadi 3,25 juta ton dari tahun sebelumnya yang hanya 2,79 juta ton.

Pertumbuhan positif ini juga diikuti oleh peningkatan produksi beras yang konsisten saban tahun. Produksi beras Lampung tercatat sebesar 1,58 juta ton pada 2023. Angka ini kemudian naik menjadi 1,60 juta ton pada 2024, dan menyentuh 1,86 juta ton pada 2025.

Baca Juga  Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu

Sejak 2020, Lampung konsisten menyumbang lebih dari 4,5 persen terhadap produksi nasional. Ketika produksi padi nasional sempat turun pada 2024, kontribusi Lampung justru merangkak naik.

Pangsa produksi Lampung terhadap nasional merosot dari 5,07 persen pada 2023 menjadi 5,11 persen pada 2024, dan melompat ke 5,97 persen pada 2025.

Berkaca dari rapor hijau tersebut, tantangan baru pun menanti di depan mata. Pemerintah pusat menaikkan target produksi untuk Bumi Ruwa Jurai secara signifikan tahun ini.

Baca Juga  Ekonomi Lampung Bertumpu pada Kekuatan Petani dan Hilirisasi

“Dengan capaian tahunan yang baik ini di 2025, Lampung diberikan target yang lebih besar di 2026 dari tahun lalu sekitar 20 persen. Ini menjadi kebanggaan kita semua, karena diberi kepercayaan bahwa Provinsi Lampung menjadi pendukung utama, bahkan tulang punggung tercapainya swasembada pangan nasional,” kata Tin Latifah menambahkan.(*)

Berita Terkait

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional
Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok
Daya Beli Petani Lampung Melemah Empat Bulan Berturut-turut

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:14 WIB

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:06 WIB

Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Berita Terbaru