(Kitani.id): Anjloknya harga komoditas peternakan kini tengah menjadi perhatian serius pemerintah. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengonfirmasi harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak nasional merosot tajam.
Saat ini, kondisi tersebut mulai dikeluhkan karena menekan keuntungan usaha para peternak. Merespons situasi ini, Bapanas memastikan pemerintah terus melakukan intervensi harga dari hulu hingga hilir.
Upaya tersebut bertujuan mencegah deflasi lebih dalam pada komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras. Langkah taktis dipersiapkan demi mengembalikan keseimbangan pasar yang adil.
Bapanas segera bersinergi dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian untuk menstabilkan harga. Selain itu, kolaborasi dijalin bersama Badan Gizi Nasional untuk menyerap langsung hasil ternak dari para peternak.
“Supaya tak terjadi deflasi yang terdalam pada komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras, pemerintah terus bergerak melaksanakan intervensi mulai dari hulu sampai hilir,” ujar Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa di Jakarta, Selasa (19 Mei 2026).
Berdasarkan pantauan pasar hingga 17 Mei 2026, rata-rata harga ayam pedaging hidup di tingkat produsen berada di angka Rp22.783 per kilogram. Angka ini melorot 8,87 persen di bawah HAP yang dipatok Rp25.000 per kilogram.
Sementara telur ayam ras mandek di harga Rp24.356 per kilogram atau 8,09 persen di bawah HAP sebesar Rp26.500 per kilogram.
Subsidi Jagung Pakan Tekan Biaya Produksi Peternak
Guna meringankan beban operasional, pemerintah bergerak mengintervensi sektor pakan. Kepala Bapanas telah menandatangani kebijakan pendistribusian program stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) jagung pakan.
Kebijakan itu diharapkan mampu menjaga biaya produksi peternak tetap terkendali. Saat ini harga jagung di pasaran menyentuh Rp6.700 per kilogram. Melalui program, jagung SPHP disalurkan dengan harga Rp5.000 per kilogram di gudang Bulog. Peternak pun bisa mendapatkan harga maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat lapangan.
Penyaluran komoditas pakan ini dilakukan melalui koperasi atau asosiasi peternak yang terdaftar resmi. Per 17 Mei 2026, Perum Bulog mencatat realisasi penyaluran jagung pakan telah mencapai 5,97 ribu ton. Target total penyaluran program ini dipatok sebesar 213,2 ribu ton.
Pemerintah juga memastikan ketersediaan cadangan pakan dalam kondisi aman. Stok cadangan jagung pemerintah per 18 Mei 2026 berada di angka 234 ribu ton. Sejak awal tahun, Bulog terus konsisten menyerap jagung produksi dalam negeri hingga mencapai 194,2 ribu ton.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebutkan gerakan intervensi ini menunjukkan hasil positif di ratusan daerah. Data Indeks Perkembangan Harga minggu kedua Mei memperlihatkan harga daging ayam ras merosot di 232 daerah. Penurunan harga telur ayam ras bahkan terjadi di 246 kabupaten dan kota.(*)








