Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

(Kitani.id): Anjloknya harga komoditas peternakan kini tengah menjadi perhatian serius pemerintah. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengonfirmasi harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak nasional merosot tajam.

Saat ini, kondisi tersebut mulai dikeluhkan karena menekan keuntungan usaha para peternak. Merespons situasi ini, Bapanas memastikan pemerintah terus melakukan intervensi harga dari hulu hingga hilir.

Upaya tersebut bertujuan mencegah deflasi lebih dalam pada komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras. Langkah taktis dipersiapkan demi mengembalikan keseimbangan pasar yang adil.

Bapanas segera bersinergi dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian untuk menstabilkan harga. Selain itu, kolaborasi dijalin bersama Badan Gizi Nasional untuk menyerap langsung hasil ternak dari para peternak.

Baca Juga  MBG di Mata Purbaya, Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis

“Supaya tak terjadi deflasi yang terdalam pada komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras, pemerintah terus bergerak melaksanakan intervensi mulai dari hulu sampai hilir,” ujar Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa di Jakarta, Selasa (19 Mei 2026).

Berdasarkan pantauan pasar hingga 17 Mei 2026, rata-rata harga ayam pedaging hidup di tingkat produsen berada di angka Rp22.783 per kilogram. Angka ini melorot 8,87 persen di bawah HAP yang dipatok Rp25.000 per kilogram.

Sementara telur ayam ras mandek di harga Rp24.356 per kilogram atau 8,09 persen di bawah HAP sebesar Rp26.500 per kilogram.

Baca Juga  Wagub Jihan Panen Melon, Dorong Pertanian Modern Berbasis IoT di SMK

Subsidi Jagung Pakan Tekan Biaya Produksi Peternak

Guna meringankan beban operasional, pemerintah bergerak mengintervensi sektor pakan. Kepala Bapanas telah menandatangani kebijakan pendistribusian program stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) jagung pakan.

Kebijakan itu diharapkan mampu menjaga biaya produksi peternak tetap terkendali. Saat ini harga jagung di pasaran menyentuh Rp6.700 per kilogram. Melalui program, jagung SPHP disalurkan dengan harga Rp5.000 per kilogram di gudang Bulog. Peternak pun bisa mendapatkan harga maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat lapangan.

Penyaluran komoditas pakan ini dilakukan melalui koperasi atau asosiasi peternak yang terdaftar resmi. Per 17 Mei 2026, Perum Bulog mencatat realisasi penyaluran jagung pakan telah mencapai 5,97 ribu ton. Target total penyaluran program ini dipatok sebesar 213,2 ribu ton.

Baca Juga  Perkuat Tata Niaga Singkong, Pemprov Lampung Gandeng Kemendag

Pemerintah juga memastikan ketersediaan cadangan pakan dalam kondisi aman. Stok cadangan jagung pemerintah per 18 Mei 2026 berada di angka 234 ribu ton. Sejak awal tahun, Bulog terus konsisten menyerap jagung produksi dalam negeri hingga mencapai 194,2 ribu ton.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebutkan gerakan intervensi ini menunjukkan hasil positif di ratusan daerah. Data Indeks Perkembangan Harga minggu kedua Mei memperlihatkan harga daging ayam ras merosot di 232 daerah. Penurunan harga telur ayam ras bahkan terjadi di 246 kabupaten dan kota.(*)

Berita Terkait

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok
Daya Beli Petani Lampung Melemah Empat Bulan Berturut-turut
Kebijakan Presiden Turunkan Harga Pupuk Jaga Ketahanan Pangan Nasional
Sinergi Pemprov dan Partai Politik Kawal Swasembada Pangan di Lampung

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Senin, 11 Mei 2026 - 08:58 WIB

ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:42 WIB

Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB