ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung mengajak ISPI menjadi mitra strategis untuk mendampingi peternak dalam teknologi budidaya, inovasi pakan, dan pengolahan hasil. (Foto: ist)

Gubernur Lampung mengajak ISPI menjadi mitra strategis untuk mendampingi peternak dalam teknologi budidaya, inovasi pakan, dan pengolahan hasil. (Foto: ist)

(Kitani.id): Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mendorong Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) untuk memperkuat sektor peternakan Lampung.

Langkah ini bertujuan menjadikan Bumi Ruwa Jurai sebagai lumbung ternak nasional yang tangguh. Terlebih lagi, Lampung memiliki basis pakan yang sangat melimpah dari sektor pertanian.

Saat menghadiri pelantikan pengurus ISPI Lampung di Bandarlampung, Sabtu (9 Mei 2026), Mirza menegaskan pentingnya kolaborasi ilmiah.

Namun, ia mengingatkan agar potensi ini tidak hanya berhenti pada penjualan bahan mentah saja. Pihaknya ingin sektor peternakan Lampung menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui industrialisasi daerah.

Baca Juga  Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu

“Sektor peternakan Lampung tidak boleh lagi hanya menghasilkan bahan mentah. Kita harus membangun hilirisasi untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat desa,” tegas Mirza.

Hilirisasi untuk Ketahanan Protein Hewani

Selain fokus pada ekonomi, pengembangan sektor peternakan Lampung juga berkaitan erat dengan pemenuhan gizi masyarakat. Pasokan telur, daging, dan susu harus tetap terjaga dengan harga yang terjangkau oleh warga.

Baca Juga  Perputaran Uang HUT Lampung Timur Tembus Rp10 Miliar

Hal ini penting untuk mendukung program strategis seperti Makan Bergizi Gratis di masa depan. Berdasarkan data, Lampung saat ini menduduki peringkat keempat nasional untuk sapi potong. Selain itu, Lampung juga memegang posisi ketiga nasional untuk komoditas kambing.

Produksi jagung yang melimpah hingga 1,7 juta ton menjadi modal kuat sebagai bahan baku pakan ternak lokal.

Baca Juga  Kolaborasi Program Desaku Maju Perkuat Ekonomi Desa di Lampung

Ketua Umum PB ISPI, Audy Joinaldy, mengakui bahwa Lampung adalah penopang utama pangan hewani. Bahkan, kontribusi sektor ini terhadap ekonomi daerah sudah mencapai angka yang sangat signifikan.

“Sektor peternakan menyumbang hampir 10 persen terhadap PDRB Lampung saat ini,” ungkap Audy.(*)

Berita Terkait

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok
Daya Beli Petani Lampung Melemah Empat Bulan Berturut-turut
Kebijakan Presiden Turunkan Harga Pupuk Jaga Ketahanan Pangan Nasional
Sinergi Pemprov dan Partai Politik Kawal Swasembada Pangan di Lampung

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Senin, 11 Mei 2026 - 08:58 WIB

ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:42 WIB

Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB