(Kitani.id): Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mendorong Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) untuk memperkuat sektor peternakan Lampung.
Langkah ini bertujuan menjadikan Bumi Ruwa Jurai sebagai lumbung ternak nasional yang tangguh. Terlebih lagi, Lampung memiliki basis pakan yang sangat melimpah dari sektor pertanian.
Saat menghadiri pelantikan pengurus ISPI Lampung di Bandarlampung, Sabtu (9 Mei 2026), Mirza menegaskan pentingnya kolaborasi ilmiah.
Namun, ia mengingatkan agar potensi ini tidak hanya berhenti pada penjualan bahan mentah saja. Pihaknya ingin sektor peternakan Lampung menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui industrialisasi daerah.
“Sektor peternakan Lampung tidak boleh lagi hanya menghasilkan bahan mentah. Kita harus membangun hilirisasi untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat desa,” tegas Mirza.
Hilirisasi untuk Ketahanan Protein Hewani
Selain fokus pada ekonomi, pengembangan sektor peternakan Lampung juga berkaitan erat dengan pemenuhan gizi masyarakat. Pasokan telur, daging, dan susu harus tetap terjaga dengan harga yang terjangkau oleh warga.
Hal ini penting untuk mendukung program strategis seperti Makan Bergizi Gratis di masa depan. Berdasarkan data, Lampung saat ini menduduki peringkat keempat nasional untuk sapi potong. Selain itu, Lampung juga memegang posisi ketiga nasional untuk komoditas kambing.
Produksi jagung yang melimpah hingga 1,7 juta ton menjadi modal kuat sebagai bahan baku pakan ternak lokal.
Ketua Umum PB ISPI, Audy Joinaldy, mengakui bahwa Lampung adalah penopang utama pangan hewani. Bahkan, kontribusi sektor ini terhadap ekonomi daerah sudah mencapai angka yang sangat signifikan.
“Sektor peternakan menyumbang hampir 10 persen terhadap PDRB Lampung saat ini,” ungkap Audy.(*)








