Kolaborasi Program Desaku Maju Perkuat Ekonomi Desa di Lampung

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belum maksimalnya nilai tambah produk pertanian di tingkat desa akibat program yang berjalan sendiri-sendiri.(Foto: ist)

Belum maksimalnya nilai tambah produk pertanian di tingkat desa akibat program yang berjalan sendiri-sendiri.(Foto: ist)

(Kitani.id): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut hangat kolaborasi strategis untuk membangun desa. Program Desaku Maju kini bersinergi dengan program Desa BRILiaN dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Langkah ini bertujuan memperkuat pemberdayaan ekonomi desa berbasis potensi lokal.

Gubernur Mirza menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan PT BRI Regional Office Bandar Lampung, Senin (20 April 2026). Pertemuan fokus membahas pengembangan desa agar lebih produktif dan mandiri. Sinergi ini menjadi mesin baru bagi pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput.

Baca Juga  Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Dorong Petani Raih Nilai Tambah

Sektor pertanian tetap menjadi kekuatan utama Provinsi Lampung dalam menopang pangan nasional. Komoditas unggulan seperti padi, jagung, dan singkong menjadi perhatian utama. Gubernur Mirza ingin hasil panen tersebut memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“Kita ingin petani tidak hanya produksi, tapi juga punya nilai tambah,” ujar Gubernur Mirza. Nilai tambah ini mencakup proses pengolahan, pemasaran, hingga penguatan kelembagaan ekonomi desa. Melalui Program Desaku Maju, hasil bumi Lampung harus berkembang hingga ke sektor hilir.

Baca Juga  Usai Swasembada Pangan, Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tiga Tahun Mendatang

Program ini juga mencakup pelatihan SDM serta penguatan BUMDes dan koperasi. Dukungan alat produksi dan inovasi akan disesuaikan dengan kebutuhan lokal desa. Harapannya, ekonomi tumbuh dari desa dan membuat petani semakin sejahtera.

Sinergi Target 90 Desa Binaan

Regional CEO BRI Bandar Lampung, Andreas Chandra Santoso, menilai konsep Desaku Maju sangat sejalan dengan Desa BRILiaN. Keduanya memiliki visi yang sama dalam membangun perekonomian desa. Fokus utamanya tetap pada pengembangan potensi andalan seperti kopi dan singkong.

Baca Juga  Usai Swasembada Pangan, Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tiga Tahun Mendatang

“Selama ini mungkin berjalan sendiri-sendiri, namun kini kita satukan kekuatan,” kata Andreas. Tahun ini, BRI menargetkan sekitar 90 desa binaan untuk mendapatkan program Desa BRILiaN. Target tersebut mencakup desa-desa yang diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung.

Gubernur Mirza pun telah menyiapkan 30 desa kandidat untuk segera ditindaklanjuti. Kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Dengan bersatu, potensi besar desa di Lampung dapat berkembang lebih optimal.(*)

Berita Terkait

Pelantikan Apdesi Merah Putih, Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Pertanian di Desa
Cegah TPPO, Kampung Terbanggi Besar Jadi Desa Binaan Imigrasi
Pembentukan Desa Sadar HAM di Lampung Perkuat Hak Masyarakat
Pemprov Lampung Libatkan Peran Aktif Apdesi
Program Desa Helau Dongkrak Indeks Pembangunan Manusia Lampung Selatan
Program Desaku Maju Lampung Sasar 800 Titik POC, Fokus Hilirisasi Pertanian
Dinas PMDT Lampung Fokuskan Pembinaan untuk Dorong Target BUMDES Maju
BUMDES Lampung Jadi Pemasok Utama Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:57 WIB

Pelantikan Apdesi Merah Putih, Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Pertanian di Desa

Kamis, 23 April 2026 - 23:12 WIB

Cegah TPPO, Kampung Terbanggi Besar Jadi Desa Binaan Imigrasi

Rabu, 22 April 2026 - 23:20 WIB

Pembentukan Desa Sadar HAM di Lampung Perkuat Hak Masyarakat

Rabu, 22 April 2026 - 23:10 WIB

Pemprov Lampung Libatkan Peran Aktif Apdesi

Selasa, 21 April 2026 - 18:00 WIB

Kolaborasi Program Desaku Maju Perkuat Ekonomi Desa di Lampung

Berita Terbaru

Menggenjot serapan menu ayam dan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mendesak kepatuhan terhadap regulasi harga.(Foto: ist)

Peternakan

Stabilisasi Harga Ayam Broiler Lewat Menu Makan Bergizi Gratis

Kamis, 11 Jun 2026 - 16:38 WIB