(Kitani.id): Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan serius memperkuat layanan dasar melalui program Desa Helau. Inisiatif ini bertujuan mendongkrak kualitas hidup masyarakat di berbagai sektor penting.
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menjelaskan pentingnya akurasi data dalam pembangunan. Oleh karena itu, Pemkab menggandeng BPS melalui program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Sinergi ini akan memperkuat tata kelola pembangunan hingga ke tingkat desa.
“Kami ingin memastikan setiap anggaran yang digunakan benar-benar tepat sasaran. Selain itu, harus memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkap Egi, sapaan bupati, baru-baru ini.
Capaian Positif IPM Lampung Selatan
Hasil kerja keras ini mulai terlihat pada angka statistik terbaru. Saat ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung Selatan meningkat sebesar 0,9 persen. Angka tersebut naik dari 72,15 menjadi 73,10 pada tahun ini.
Kenaikan ini menjadi indikator positif bagi kualitas pendidikan dan kesehatan. Selain itu, daya beli masyarakat juga menunjukkan tren yang semakin membaik. Pemkab terus berupaya memeratakan akses layanan dasar agar dirasakan seluruh warga.
Tantangan Ekonomi dan Penanganan Stunting
Meskipun IPM naik, tantangan besar masih membayangi pembangunan di Lampung Selatan. Pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal. Di sisi lain, isu kemiskinan dan stunting tetap menjadi prioritas penanganan.
Egi menekankan perlunya pendampingan agar kebijakan berjalan efektif. Sinergi antara pemerintah, legislatif, dan pemangku kepentingan harus terus diperkuat. Hal ini demi mencapai target pembangunan yang merata dan berkelanjutan.
“Terkait kemiskinan, stunting, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, kami membutuhkan pendampingan. Tujuannya agar kebijakan yang diambil tetap sasaran,” pungkasnya.(*)








