Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

(Kitani.id): Sektor pertanian di Bumi Ruwa Jurai kembali membuktikan peran vitalnya bagi ekonomi daerah. Hal ini terlihat dari besarnya arus permodalan yang mengalir ke kantong para petani melalui perbankan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Lampung, Purwadhi Adhiputranto, menyebutkan bahwa pertanian mendominasi penyerapan KUR di Lampung. Kontribusi sektor ini mencapai angka 56,24 persen dari total modal yang disalurkan.

“Plafon KUR 2026 di Lampung itu jumlahnya sebesar Rp10,63 triliun. Sejak Januari sampai Mei 2026, realisasinya baru mencapai 33,76 persen atau sebesar Rp3,59 triliun,” ungkap Purwadhi, Jumat (15 Mei 2026).

Baca Juga  Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Lampung Tengah Jadi Wilayah Paling Aktif

Realisasi modal tersebut sebagian besar mengalir melalui skema KUR mikro sebesar Rp2,8 triliun. Selanjutnya, diikuti oleh KUR kecil senilai Rp706 miliar dan skema KUR super mikro.

Penyaluran dana ini paling banyak dilakukan melalui Bank Rakyat Indonesia dengan porsi 70,25 persen. Sementara itu, Lampung Tengah menjadi kabupaten dengan pemanfaatan modal tertinggi sebesar 24,11 persen.

Baca Juga  Gerakan Tanam Serentak di Mesuji Lampung Amankan Produksi Pangan

Fakta bahwa pertanian mendominasi penyerapan KUR di Lampung juga terlihat dari profil penerima manfaat. Tercatat ada 61.299 debitur yang telah mengakses dana segar untuk pengembangan usaha mereka.

Selain KUR, pelaku usaha ultra mikro juga mendapatkan dukungan dana sebesar Rp241,7 miliar. Dana tersebut disalurkan melalui lembaga keuangan non-bank untuk 33.288 orang debitur.

Baca Juga  Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Pemerintah berharap sisa plafon yang tersedia dapat terserap maksimal pada bulan-bulan mendatang. Hal ini sangat penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tingkat pedesaan.

“Diharapkan masyarakat bisa banyak memanfaatkan pembiayaan ini terutama untuk skema UMi yang masih bisa terus dimanfaatkan,” kata Purwadhi menutup penjelasannya.(*)

Berita Terkait

Usai Swasembada Pangan, Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tiga Tahun Mendatang
Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional
Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:26 WIB

Usai Swasembada Pangan, Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tiga Tahun Mendatang

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:14 WIB

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Berita Terbaru

Menggenjot serapan menu ayam dan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mendesak kepatuhan terhadap regulasi harga.(Foto: ist)

Peternakan

Stabilisasi Harga Ayam Broiler Lewat Menu Makan Bergizi Gratis

Kamis, 11 Jun 2026 - 16:38 WIB