Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelepasan ekspor 3.330 ton tepung tapioka senilai Rp26 miliar menuju Tiongkok. (Foto: ist)

Pelepasan ekspor 3.330 ton tepung tapioka senilai Rp26 miliar menuju Tiongkok. (Foto: ist)

(Kitani.id): Produk olahan singkong asal Lampung kembali menunjukkan taringnya di pasar internasional. Sebanyak 3.330 ton tepung tapioka senilai Rp26 miliar resmi bertolak menuju Tiongkok lewat Pelabuhan Panjang.

Pelepasan ekspor berlangsung meriah pada Selasa (5 Mei 2026). Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memimpin langsung agenda strategis ini. Ia hadir bersama CEO Intan Group Jeremi Gozal dan sejumlah pejabat penting lainnya.

Langkah CV Central Intan ini mendapat dukungan penuh dari banyak pihak. Mulai dari Pelindo, Badan Karantina Indonesia, hingga Pemerintah Provinsi Lampung. Kolaborasi ini memperkuat posisi Lampung sebagai lumbung pangan yang kompetitif.

Baca Juga  Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Gubernur Mirza menegaskan ekspor ini adalah bukti nyata kualitas produk lokal. Produk tapioka Lampung kini terbukti mampu bersaing secara global. Baik dari sisi kualitas standar internasional maupun harga yang kompetitif. “Ke depan kita harus memperbaiki produktivitas dan kualitas tapioka,” ungkapnya.

Perkuat Produksi Dalam Negeri Tanpa Impor

Momentum ini sekaligus menjadi titik balik perbaikan ekonomi para petani singkong. Sebelumnya, harga tapioka lokal sempat tertekan oleh persaingan pasar global.

Baca Juga  Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Kini, akses ekspor yang terbuka mulai menggairahkan kembali perputaran uang di daerah. Pemprov Lampung juga serius menggarap sektor hulu melalui pengembangan bibit unggul.

Fokus utamanya adalah meningkatkan kadar pati singkong milik petani. Harapannya, pendapatan harian masyarakat tani bisa meningkat lebih signifikan.

Selain fokus pada kualitas, Gubernur Mirza juga memberi pernyataan tegas. Ia menjamin tidak ada lagi keran impor singkong yang masuk ke Lampung. Fokus pemerintah saat ini murni memperkuat produksi petani dari dalam negeri.

Baca Juga  Usai Swasembada Pangan, Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tiga Tahun Mendatang

“Impor itu cerita lama. Sekarang kita fokus memperkuat produksi dalam negeri,” tegasnya dengan penuh keyakinan.

Bahan baku tapioka ini berasal dari sentra pertanian di Lampung. Wilayah tersebut meliputi Lampung Tengah, Lampung Timur, hingga Tulang Bawang Barat. Semangat swasembada ini diharapkan terus menjaga stabilitas ekonomi rakyat.(*)

Berita Terkait

Usai Swasembada Pangan, Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tiga Tahun Mendatang
Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional
Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:26 WIB

Usai Swasembada Pangan, Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tiga Tahun Mendatang

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:14 WIB

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Berita Terbaru

Menggenjot serapan menu ayam dan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mendesak kepatuhan terhadap regulasi harga.(Foto: ist)

Peternakan

Stabilisasi Harga Ayam Broiler Lewat Menu Makan Bergizi Gratis

Kamis, 11 Jun 2026 - 16:38 WIB