Kendalikan Inflasi Daerah, Pemprov Lampung Simak Arahan Tegas Kemendagri

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah daerah diminta turun langsung ke lapangan dan tidak hanya memantau harga secara administratif.(Foto: ist)

Pemerintah daerah diminta turun langsung ke lapangan dan tidak hanya memantau harga secara administratif.(Foto: ist)

(Kitani.id): Staf Ahli Gubernur Bidang Ekubang, Bani Ispriyanto, mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah secara daring. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (20 April 2026).

Dalam rapat tersebut, Pemerintah Pusat memberikan instruksi khusus kepada seluruh jajaran daerah. Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir, memberikan arahan yang sangat tegas. Ia meminta pemerintah daerah benar-benar serius dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Pasalnya, sedikit saja kenaikan harga akan sangat membebani masyarakat kelas menengah ke bawah.

Baca Juga  Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Tomsi menekankan bahwa ada 227 juta jiwa penduduk Indonesia yang sangat rentan terhadap harga pangan. Ia menginstruksikan para pejabat untuk lebih proaktif dan rutin turun ke pasar. Pengawasan harga tidak boleh hanya dilakukan di atas kertas atau secara administratif saja.

“Jangan karena di rumah kita makanan oke, lalu kita tidak merasakan beban rakyat,” tegas Tomsi. Ia meminta para pejabat memiliki empati tinggi dan terus melakukan evaluasi keras. Stabilitas pangan di rumah pribadi pejabat bukan menjadi indikator ekonomi nasional yang sebenarnya.

Baca Juga  Stabilisasi Harga Ayam Broiler Lewat Menu Makan Bergizi Gratis

Waspadai Komoditas Penyumbang Inflasi

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren inflasi pasca-Lebaran cenderung menurun. Meski demikian, Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, meminta daerah tetap waspada. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau biasanya masih menjadi penyumbang kenaikan harga.

“Komoditas seperti bawang merah, cabai merah, dan bawang putih menjadi penyumbang utama,” papar Ateng. Sebaliknya, harga daging ayam ras seringkali mengalami penurunan atau deflasi pada periode ini. Pengawasan terhadap komoditas volatile food tersebut harus menjadi prioritas setiap daerah.

Baca Juga  Usai Swasembada Pangan, Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tiga Tahun Mendatang

Data Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga minggu ketiga April 2026 menunjukkan hasil positif. Tercatat sebanyak 23 provinsi mengalami penurunan IPH dibandingkan bulan sebelumnya. Upaya sinergi dalam pengendalian inflasi daerah ini diharapkan terus konsisten demi menjaga daya beli masyarakat.(*)

Berita Terkait

Usai Swasembada Pangan, Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tiga Tahun Mendatang
Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional
Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:26 WIB

Usai Swasembada Pangan, Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tiga Tahun Mendatang

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:14 WIB

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Berita Terbaru

Menggenjot serapan menu ayam dan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mendesak kepatuhan terhadap regulasi harga.(Foto: ist)

Peternakan

Stabilisasi Harga Ayam Broiler Lewat Menu Makan Bergizi Gratis

Kamis, 11 Jun 2026 - 16:38 WIB