Kebijakan Presiden Turunkan Harga Pupuk Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pupuk menunjang ketahanan pangan nasional.(Foto: ist)

Pupuk menunjang ketahanan pangan nasional.(Foto: ist)

(Kitani.id): Pemerintah mengantisipasi potensi krisis pupuk global yang mengancam produksi pangan. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan kebijakan Presiden Prabowo menurunkan harga pupuk 20 persen.

Langkah strategis itu diambil guna menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tanah air. “Presiden memerintahkan kami untuk menjemput krisis dengan kebijakan nyata,” ujar Amran, Minggu (3 Mei 2026).

Sejak Februari 2026, perdagangan pupuk dunia terganggu akibat konflik di Timur Tengah. Penurunan harga ini menjadi tameng bagi petani agar tetap bisa menanam dengan biaya terjangkau.

Baca Juga  Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Pangkas 145 Aturan Distribusi Demi Ketahanan Pangan Nasional

Pemerintah juga melakukan langkah struktural besar-besaran untuk mempermudah akses petani mendapatkan pupuk. Sebanyak 145 regulasi distribusi dipangkas melalui Instruksi Presiden agar penyaluran lebih singkat.

Kini, distribusi mengalir dari kementerian langsung ke Pupuk Indonesia lalu ke petani. Penebusan pupuk juga semakin praktis hanya dengan menggunakan KTP di kios-kios desa.

Baca Juga  Usai Swasembada Pangan, Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tiga Tahun Mendatang

Perluasan jaringan kios ditargetkan menjangkau seluruh kecamatan sentra pangan sebelum musim gadu 2026. Kebijakan ini diprediksi mampu menekan biaya produksi petani hingga ratusan ribu rupiah per hektare.

Di sisi hilir, pemerintah memberikan perlindungan harga lewat penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah Rp6.500 per kilogram. Hal tersebut menjadi jaminan agar petani tidak mengalami kerugian saat masa panen tiba.

Baca Juga  Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Sinergi kebijakan hulu dan hilir ini diharapkan memperkuat Ketahanan Pangan Nasional di tengah situasi dunia yang tidak stabil.(*)

Berita Terkait

Usai Swasembada Pangan, Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tiga Tahun Mendatang
Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional
Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:26 WIB

Usai Swasembada Pangan, Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tiga Tahun Mendatang

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:14 WIB

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Berita Terbaru

Menggenjot serapan menu ayam dan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mendesak kepatuhan terhadap regulasi harga.(Foto: ist)

Peternakan

Stabilisasi Harga Ayam Broiler Lewat Menu Makan Bergizi Gratis

Kamis, 11 Jun 2026 - 16:38 WIB