Perkuat Tata Niaga Singkong, Pemprov Lampung Gandeng Kemendag

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menemui Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, di Jakarta. (Foto: ist)

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menemui Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, di Jakarta. (Foto: ist)

(Kitani.id): Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menemui Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, di Jakarta, Rabu (22 April 2026). Pertemuan bertujuan memperkuat Tata Niaga Singkong agar lebih transparan dan berkeadilan bagi petani. Mengingat, Lampung merupakan produsen ubi kayu terbesar yang menjadi pilar pangan nasional.

Wagub Jihan menegaskan perlunya kebijakan yang mendukung akurasi dalam sistem perdagangan. Saat ini, harga singkong di tingkat petani sudah mulai membaik di angka Rp1.450 per kilogram. Namun, tantangan utama masih terletak pada sistem pengukuran kadar pati yang belum seragam di tingkat industri.

Baca Juga  Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Standar Kadar Pati dan Pengawasan Timbangan

Pemerintah Provinsi Lampung mendesak percepatan penggunaan alat ukur kadar pati yang terstandar. Langkah ini sangat krusial untuk memberikan kepastian nilai jual bagi para petani. “Kepastian kadar pati akan membuat sistem perdagangan lebih tertib dan transparan,” ujar Wagub Jihan.

Selain alat ukur pati, Pemprov Lampung juga meminta bantuan Kementerian Perdagangan untuk mengawasi tera timbangan secara rutin. Edukasi kepada industri tapioka perlu diperkuat agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Sinergi ini diharapkan mampu memperbaiki Tata Niaga Singkong dari hulu hingga ke hilir.

Baca Juga  Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Wamenperdag Dyah Roro Esti menyambut baik inisiatif tersebut dan berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui koordinasi ini, Lampung diharapkan semakin kokoh sebagai pusat produksi ubi kayu unggulan. Perdagangan yang jujur akan menjadi kunci kesejahteraan petani Lampung di masa depan.(*)

Berita Terkait

Usai Swasembada Pangan, Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tiga Tahun Mendatang
Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional
Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:26 WIB

Usai Swasembada Pangan, Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tiga Tahun Mendatang

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:14 WIB

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Berita Terbaru

Menggenjot serapan menu ayam dan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mendesak kepatuhan terhadap regulasi harga.(Foto: ist)

Peternakan

Stabilisasi Harga Ayam Broiler Lewat Menu Makan Bergizi Gratis

Kamis, 11 Jun 2026 - 16:38 WIB