(Kitani.id): Pemerintah terus memacu kesiapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi menjangkau jutaan masyarakat. Namun, banyak pihak bertanya-tanya mengapa TNI-Polri mendapatkan porsi besar dalam pengelolaan dapur ini?
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, memberikan penjelasan gamblang mengenai kebijakan tersebut. Menurutnya penunjukan ini berawal dari kebutuhan mendesak untuk memastikan program didukung penuh secara operasional di lapangan.
“Mengapa Polri dapat 1.000, mengapa TNI 1.000? Sejarah waktu itu memang butuh percepatan maka ditunjuk,” ujar Sony seperti dilansir Kompas, Kamis (16 April 2026). Diketahui pula Kamar Dagang dan Industri (Kadin) turut berpartisipasi mengelola seribu dapur mitra MBG.
Andalkan Swadaya Ketimbang APBN
Awalnya, pemerintah berencana membangun 1.542 SPPG menggunakan dana APBN di 514 kabupaten dan kota. Namun, hingga saat ini infrastruktur yang dibiayai negara tersebut belum ada yang beroperasi sepenuhnya.
Oleh karena itu, keterlibatan mitra menjadi kunci utama agar distribusi makanan tidak terhambat. Hebatnya, saat ini sudah ada 27.066 SPPG yang terverifikasi dan mayoritas sudah melayani masyarakat.
Sony menegaskan bahwa puluhan ribu unit dapur tersebut merupakan wujud nyata pemberdayaan masyarakat. Menariknya, operasional dapur-dapur ini tidak membebani anggaran negara sepeser pun.
“Alhamdulillah tidak ada satu rupiah pun sampai saat ini SPPG yang operasional menggunakan APBN,” tambah Sony.
Hemat Anggaran Puluhan Triliun
Pemanfaatan jalur swadaya dan kemitraan ini terbukti sangat efektif bagi keuangan negara. Jika menggunakan APBN, pengadaan 27.000 SPPG diperkirakan menelan biaya antara Rp 40 hingga Rp 54 triliun.
Selain menghemat biaya, sistem ini juga menggerakkan ekonomi lokal secara langsung. Karena itu, setiap SPPG kini dikelola dengan semangat gotong royong oleh mitra swasta dan masyarakat.
Pemerintah berharap kolaborasi ini mampu menjaga keberlanjutan gizi bagi para penerima manfaat. Dengan begitu, target melayani 15 juta orang pada tahun 2025 dapat tercapai tepat waktu.(*)








