Rembuk Tani Lampung dan Kedaulatan Pangan Indonesia

Sabtu, 2 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Pangan Zulkifli Hasan  menghadiri Rembuk Tani Lampung. (Foto: ist)

Menko Pangan Zulkifli Hasan menghadiri Rembuk Tani Lampung. (Foto: ist)

(Kitani.id): Indonesia mulai menunjukkan taringnya dalam kedaulatan pangan nasional. Menko Pangan Zulkifli Hasan mengklaim negeri ini mulai lepas dari ketergantungan impor beras. Pesan kuat ini tersampaikan dalam acara Rembuk Tani Lampung di Jati Agung.

Kegiatan berlangsung di Lapangan Marga Agung, Lampung Selatan, Sabtu (2 Mei 2026). Ratusan petani dari berbagai wilayah hadir dengan penuh antusias.

Pemerintah berkomitmen memperkuat ketahanan pangan sekaligus menyejahterakan para petani. Langkah nyatanya melalui pembenahan tata kelola pupuk dan stabilitas harga gabah. Upaya ini menjadi prioritas utama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga  Perputaran Uang HUT Lampung Timur Tembus Rp10 Miliar

Perbaikan Alokasi Pupuk dan Kenaikan Harga Gabah

Salah satu langkah konkret adalah meningkatkan alokasi pupuk secara nasional. Kuota pupuk kini naik dari 6 juta ton menjadi 9,5 juta ton. Petani kini lebih mudah mendapatkan pupuk sebelum masa tanam tiba.

“Serapan pupuk naik hampir 50 persen. Produksi beras nasional juga naik menjadi 32,4 juta ton,” ujar Zulkifli Hasan. Capaian ini membuat Indonesia mencatat surplus beras sebesar 4,2 juta ton. Angka ini menjadi sinyal positif menuju swasembada pangan berkelanjutan.

Baca Juga  Perkuat Tata Niaga Singkong, Pemprov Lampung Gandeng Kemendag

Pemerintah juga resmi menyesuaikan harga gabah di tingkat petani lokal. Harga gabah kini dipatok Rp6.500 per kilogram tanpa potongan kadar air.

Kebijakan itu memastikan petani tidak lagi merugi saat musim panen tiba. Zulkifli juga mengenalkan program Koperasi Desa Merah Putih.

Di mana koperasi akan menyerap hasil panen jika harga gabah di pasar turun. “Petani tidak boleh dirugikan. Mereka adalah ujung tombak ketahanan pangan kita,” tegasnya.(*)

Berita Terkait

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok
Daya Beli Petani Lampung Melemah Empat Bulan Berturut-turut
Kebijakan Presiden Turunkan Harga Pupuk Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Senin, 11 Mei 2026 - 08:58 WIB

ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:42 WIB

Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB