Inovasi Riset Sektor Peternakan, BRIN Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memfokuskan pengembangan teknologi pada bidang hewani.(Foto: Antara)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memfokuskan pengembangan teknologi pada bidang hewani.(Foto: Antara)

Inti berita:

Masalah: Ketergantungan impor susu nasional masih tinggi (produksi lokal baru 21%) dan sektor peternakan kerap dituding sebagai penyumbang gas metan.

Solusi: Memperkuat riset pembiakan (breeding) sapi perah dan teknologi pengurangan gas metan untuk mendukung program pangan nasional.

Data: Target produksi susu 96% pada 2029 dengan kebutuhan tambahan 1,5 juta liter susu dan 47.000 ton daging sapi.

(Kitani.id): Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memfokuskan pengembangan teknologi pada bidang hewani. Upaya ini menjadi strategi lembaga tersebut dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah.

Riset mendalam diperlukan agar kebutuhan gizi masyarakat dapat terpenuhi dari sumber dalam negeri. Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa penguatan pangan nasional merupakan keputusan strategis Presiden RI Prabowo Subianto.

Baca Juga  Pupuk Indonesia Jamin Stok Nasional Aman, Petani Lampung Makin Mudah Dapat Pupuk Murah

Hal ini harus didukung dengan inovasi nyata di lapangan, terutama pada komoditas susu. Saat ini, produksi susu lokal baru menyumbang sekitar 21 persen dari total kebutuhan nasional.

“Kita berharap agar bisa sampai 96 persen produksi susu kita sampai 2029. Karena itu perlu riset, perlu inovasi,” ujar Arif Satria di Kantor BRIN, Jakarta, Jumat (27 Maret 2026).

Genjot Produktivitas Sapi Perah Lokal

Guna mengejar target ambisius tersebut, BRIN sedang meningkatkan kemampuan pembiakan (breeding) sapi perah. Fokus utama adalah mendongkrak produktivitas susu yang sangat diperlukan oleh generasi mendatang.

Baca Juga  Terima Peserta Didik Sespimti Polri, Gubernur Mirza Tegaskan Pentingnya Kedaulatan Pangan

Selain itu, kolaborasi internasional dijalankan untuk berbagi teknologi peternakan dengan praktisi industri dari Eropa dan negara lainnya. Selain urusan produksi, riset juga menyasar pada isu perubahan iklim.

Sektor peternakan sering dianggap menghasilkan gas metan yang tinggi. Melalui pendekatan sains, BRIN berupaya menekan emisi tersebut agar ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan.

Arif meyakini bahwa sentuhan teknologi akan membuat sektor ini lebih adaptif. Dengan begitu, dampak perubahan iklim dapat diantisipasi tanpa mengganggu target ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Peluang Besar Bagi Investor Peternakan

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyebut Program MBG sebagai pengubah keadaan (game changer). Kebijakan ini menciptakan permintaan pasar yang besar dan stabil bagi para pelaku usaha peternakan di Indonesia.

Baca Juga  Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Proyeksi kebutuhan tambahan dari program ini mencapai 1,5 juta liter susu dan 47.000 ton daging sapi hingga tahun 2029. Angka ini memberikan sinyal positif bagi dunia investasi untuk masuk ke sektor hulu pertanian dan peternakan. Pasarnya sudah tersedia dan dipastikan terus bertumbuh.

“Program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga memperkuat transformasi sektor pangan kita,” tegas Rachmat. Sinergi antara riset BRIN dan kebijakan pemerintah diharapkan mampu menjadikan Indonesia mandiri secara pangan dalam waktu dekat. (*)

Berita Terkait

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok
Daya Beli Petani Lampung Melemah Empat Bulan Berturut-turut
Kebijakan Presiden Turunkan Harga Pupuk Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Senin, 11 Mei 2026 - 08:58 WIB

ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:42 WIB

Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB