Konsumsi Sayur Masih Rendah, Program Makan Bergizi Gratis Jadi Solusi Strategis

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meningkatkan pola konsumsi sayuran melalui program makan bergizi gratis (MBG). (Foto: ist)

Meningkatkan pola konsumsi sayuran melalui program makan bergizi gratis (MBG). (Foto: ist)

(Kitani.id):Tingkat konsumsi sayur masyarakat Indonesia saat ini dinilai masih sangat mengkhawatirkan. Pakar pertanian, Bayu Krisnamurthi, mengungkapkan bahwa angka konsumsi nasional belum mencapai standar ideal global. Berdasarkan riset WHO, masyarakat Indonesia rata-rata hanya mengonsumsi 38,5 kilokalori sayur per hari.

Padahal, rekomendasi minimal mencapai 62,5 kilokalori untuk hidup sehat. Angka ini bahkan harus meningkat hingga tiga kali lipat bagi ibu hamil dan anak-anak. “Konsumsi sayur di Indonesia idealnya naik dua kali lipat dari sekarang,” tegas Bayu di Jakarta, Rabu (22 April 2026).

Baca Juga  101 Usulan Jaringan Irigasi Utama di Provinsi Lampung Siap Sokong Swasembada Pangan

Kabar baiknya, kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat mulai tumbuh signifikan. Hasil survei menunjukkan sekitar 60 persen warga ingin menambah porsi sayur harian mereka. Di sinilah Program Makan Bergizi Gratis memegang peran penting sebagai pendorong perubahan paradigma pangan.

Bayu menilai program ini bukan sekadar bantuan pangan biasa. Ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak tenaga kerja produktif di masa depan. Serat dan vitamin dari sayuran tidak bisa digantikan oleh komoditas pangan lainnya.

Baca Juga  Stabilisasi Harga Ayam Broiler Lewat Menu Makan Bergizi Gratis

Pemerintah menargetkan program ini menjangkau 82,9 juta penerima manfaat sepanjang tahun 2026. Hingga Februari lalu, realisasi bantuan gizi telah menyentuh angka 61 juta jiwa. Fokus utama tetap pada kelompok rentan seperti siswa sekolah, balita, serta ibu menyusui.

Untuk memperluas jangkauan, ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini telah beroperasi di berbagai daerah. Pemerintah menargetkan total 36.104 unit SPPG aktif untuk melayani seluruh pelosok negeri. Selain menekan angka stunting, langkah ini diharapkan mampu membangkitkan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.(*)

Berita Terkait

Serapan Gabah dan Beras Petani Bulog Tembus 3 Juta Ton Juni 2026
101 Usulan Jaringan Irigasi Utama di Provinsi Lampung Siap Sokong Swasembada Pangan
Kelompok Telur Penggerek Batang Jadi Sasaran Gerakan Nasional Kementan
Ketum HKTI: Program Jangan Berhenti di Atas Kertas
Mitigasi El Nino, Petani Lampung Diminta Lakukan Percepatan Tanam Padi
Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur, Gubernur Mirza Raih KWP Award 2026
Jaga Stok Pangan, Pemprov Lampung Luncurkan Aplikasi eHorti untuk Petani Cabai
El Nino Godzilla, Petani Lampung Andalkan Jaringan Irigasi Air Tanah

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:39 WIB

Serapan Gabah dan Beras Petani Bulog Tembus 3 Juta Ton Juni 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:11 WIB

101 Usulan Jaringan Irigasi Utama di Provinsi Lampung Siap Sokong Swasembada Pangan

Kamis, 30 April 2026 - 14:41 WIB

Kelompok Telur Penggerek Batang Jadi Sasaran Gerakan Nasional Kementan

Selasa, 28 April 2026 - 12:25 WIB

Ketum HKTI: Program Jangan Berhenti di Atas Kertas

Kamis, 23 April 2026 - 23:05 WIB

Mitigasi El Nino, Petani Lampung Diminta Lakukan Percepatan Tanam Padi

Berita Terbaru

Menggenjot serapan menu ayam dan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mendesak kepatuhan terhadap regulasi harga.(Foto: ist)

Peternakan

Stabilisasi Harga Ayam Broiler Lewat Menu Makan Bergizi Gratis

Kamis, 11 Jun 2026 - 16:38 WIB