Stok Beras Nasional Aman 11 Bulan, Mentan Amran Fokus Genjot Produksi

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mentan Amran sebut pihaknya sedang mengimplementasikan program pompanisasi secara masif untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), juga efisiensi anggaran perjalanan dinas untuk subsidi pupuk, dan penggunaan data tunggal BPS. (Foto: ist)

Mentan Amran sebut pihaknya sedang mengimplementasikan program pompanisasi secara masif untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), juga efisiensi anggaran perjalanan dinas untuk subsidi pupuk, dan penggunaan data tunggal BPS. (Foto: ist)

(Kitani.id): Ancaman krisis pangan global saat ini bukan lagi sekadar isu, melainkan tantangan nyata yang bisa melumpuhkan stabilitas ekonomi jika tidak segera dimitigasi.

Sayangnya, seperti disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, di tengah upaya keras menjaga kedaulatan pangan, narasi publik seringkali lebih riuh membahas isu impor, ketimbang capaian ekspor produk pertanian Indonesia yang terus meningkat.

Konflik data dan persepsi pengamat yang kurang memahami teknis lapangan juga kerap menjadi hambatan dalam menyosialisasikan keberhasilan sektor agraris. Padahal, merujuk data resmi BPS, produksi nasional saat ini telah mencapai 34 juta ton yang merupakan rekor tertinggi dalam sejarah, bahkan diakui dunia melalui validasi lembaga internasional seperti FAO dan USDA.

Baca Juga  El Nino Godzilla, Petani Lampung Andalkan Jaringan Irigasi Air Tanah

Informasi kepastian stok yang melimpah menjadi jaminan harga pangan tetap stabil di pasar lokal. Dengan stok beras nasional aman hingga hampir setahun ke depan, masyarakat tidak perlu khawatir akan lonjakan harga yang mendadak, sehingga ketahanan ekonomi rumah tangga tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

Strategi Pompanisasi dan Subsidi Pupuk

Mentan Amran menjelaskan bahwa kunci dari lonjakan produksi ini adalah peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari 1,5 menjadi 1,9 melalui program pompanisasi. Dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (7/4/2026), Amran menyebutkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan lebih dari 100.000 unit pompa di berbagai wilayah.

“Dana untuk pompa ini berasal dari refocusing biaya perjalanan dinas dan pembatalan pembangunan kantor yang tidak mendesak. Kita maksimalkan lahan seluas 7,4 juta hektar agar bisa tanam hingga tiga kali setahun,” tegasnya di hadapan anggota dewan.

Baca Juga  101 Usulan Jaringan Irigasi Utama di Provinsi Lampung Siap Sokong Swasembada Pangan

Selain air, faktor pupuk juga menjadi fokus utama lewat kebijakan penurunan harga subsidi sebesar 20 persen. Langkah spektakuler ini dilakukan tanpa menambah beban APBN, melainkan dengan memindahkan subsidi ke bagian hulu bahan baku sejak awal tahun.

Strategi cerdik ini diklaim berhasil menghemat anggaran negara hingga Rp14 triliun sekaligus meningkatkan volume pupuk sebanyak 700.000 ton.

Swasembada dan Penurunan Inflasi

Amran juga memaparkan daftar komoditas yang saat ini sudah mencapai tahap swasembada, mulai dari beras, jagung, telur, hingga bawang merah dan cabai. Bahkan untuk daging ayam, Indonesia sudah mampu melakukan ekspor ke mancanegara, termasuk pengiriman bantuan ke Palestina.

Baca Juga  Ketum HKTI: Program Jangan Berhenti di Atas Kertas

“Berdasarkan data BPS yang diperintahkan Presiden sebagai satu-satunya rujukan, lompatan produksi kita nomor dua di dunia setelah Brasil. Ini bukti bahwa langkah penanganan krisis pangan yang kita ambil sudah tepat dan berdampak langsung pada penurunan angka inflasi kita bulan ini,” tambahnya.

Meski demikian, pemerintah mengakui masih ada tantangan pada komoditas tertentu seperti kedelai, bawang putih, dan daging sapi yang masih dalam proses pembenahan. Upaya berkelanjutan ini diharapkan mampu mengukuhkan posisi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia di masa depan.(*)

Berita Terkait

Serapan Gabah dan Beras Petani Bulog Tembus 3 Juta Ton Juni 2026
101 Usulan Jaringan Irigasi Utama di Provinsi Lampung Siap Sokong Swasembada Pangan
Kelompok Telur Penggerek Batang Jadi Sasaran Gerakan Nasional Kementan
Ketum HKTI: Program Jangan Berhenti di Atas Kertas
Mitigasi El Nino, Petani Lampung Diminta Lakukan Percepatan Tanam Padi
Konsumsi Sayur Masih Rendah, Program Makan Bergizi Gratis Jadi Solusi Strategis
Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur, Gubernur Mirza Raih KWP Award 2026
Jaga Stok Pangan, Pemprov Lampung Luncurkan Aplikasi eHorti untuk Petani Cabai

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:39 WIB

Serapan Gabah dan Beras Petani Bulog Tembus 3 Juta Ton Juni 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:11 WIB

101 Usulan Jaringan Irigasi Utama di Provinsi Lampung Siap Sokong Swasembada Pangan

Kamis, 30 April 2026 - 14:41 WIB

Kelompok Telur Penggerek Batang Jadi Sasaran Gerakan Nasional Kementan

Selasa, 28 April 2026 - 12:25 WIB

Ketum HKTI: Program Jangan Berhenti di Atas Kertas

Kamis, 23 April 2026 - 23:05 WIB

Mitigasi El Nino, Petani Lampung Diminta Lakukan Percepatan Tanam Padi

Berita Terbaru