(Kitani.id): Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah strategis untuk meredam lonjakan harga cabai di pasaran. Selain faktor cuaca, masalah distribusi sering kali menjadi penyebab harga fluktuatif.
Menanggapi hal ini, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong penguatan produksi lokal secara masif. Salah satu instruksi utamanya adalah meminta masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan.
Melalui surat edaran resmi, seluruh kabupaten dan kota diminta mengubah lahan tidak produktif menjadi kebun cabai mandiri. Langkah ini dinilai efektif untuk menjaga ketersediaan stok di tingkat rumah tangga.
Sementara Kepala Dinas KPTPH Lampung, Elvira Umihanni, menyebut kenaikan harga saat ini masih dalam batas wajar. Hal ini bertujuan untuk melindungi kesejahteraan para petani lokal.
“Kenaikan ini tetap kami pantau agar tidak melebihi harga acuan sebesar Rp55.000 per kilogram,” ujarnya, Selasa (14 April 2026).
Pantau Pola Tanam Lewat eHorti
Untuk mengatasi masalah klasik kekurangan pasokan, Pemprov Lampung memperkenalkan aplikasi eHorti. Inovasi digital ini berfungsi memetakan waktu tanam dan prakiraan jadwal panen secara akurat.
Dengan data tersebut, pemerintah bisa mengatur agar panen cabai tidak menumpuk di satu waktu saja. Dinas KPTPH segera mensosialisasikan penggunaan aplikasi ini kepada para penyuluh pertanian di lapangan.
Program digitalisasi pertanian ini juga mendapat dukungan penuh dari Bank Indonesia. Harapannya, intervensi kebijakan di masa depan akan lebih tepat sasaran berdasarkan data riil dari desa.
“Data yang akurat memungkinkan kita menjaga stok cabai tetap stabil sepanjang tahun,” tegas Elvira.
Perketat Jalur Distribusi
Selain memperkuat produksi, pengaturan arus barang juga menjadi fokus utama. Pemprov Lampung bekerja sama dengan Dinas Perdagangan untuk memantau keluar-masuknya cabai dari dan ke luar daerah. Pengawasan ini penting agar pasokan untuk konsumsi warga Lampung tetap tercukupi.
Mengingat curah hujan tinggi yang masih terjadi, para petani diminta lebih waspada terhadap kualitas tanaman. Melalui aplikasi eHorti, petani bisa mendapatkan panduan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan cuaca.
Dengan sinergi antara teknologi dan kerja keras petani, Lampung optimis mampu swasembada cabai secara berkelanjutan.(*)








