Jaga Stok Pangan, Pemprov Lampung Luncurkan Aplikasi eHorti untuk Petani Cabai

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas KPTPH Lampung, Elvira Umihanni.(Foto: ist)

Kepala Dinas KPTPH Lampung, Elvira Umihanni.(Foto: ist)

(Kitani.id): Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah strategis untuk meredam lonjakan harga cabai di pasaran. Selain faktor cuaca, masalah distribusi sering kali menjadi penyebab harga fluktuatif.

Menanggapi hal ini, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong penguatan produksi lokal secara masif. Salah satu instruksi utamanya adalah meminta masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan.

Melalui surat edaran resmi, seluruh kabupaten dan kota diminta mengubah lahan tidak produktif menjadi kebun cabai mandiri. Langkah ini dinilai efektif untuk menjaga ketersediaan stok di tingkat rumah tangga.

Baca Juga  Hilirisasi Pertanian Lampung Utara Jadi Kunci Ekonomi di Musrenbang 2027

Sementara Kepala Dinas KPTPH Lampung, Elvira Umihanni, menyebut kenaikan harga saat ini masih dalam batas wajar. Hal ini bertujuan untuk melindungi kesejahteraan para petani lokal.

“Kenaikan ini tetap kami pantau agar tidak melebihi harga acuan sebesar Rp55.000 per kilogram,” ujarnya, Selasa (14 April 2026).

Pantau Pola Tanam Lewat eHorti

Untuk mengatasi masalah klasik kekurangan pasokan, Pemprov Lampung memperkenalkan aplikasi eHorti. Inovasi digital ini berfungsi memetakan waktu tanam dan prakiraan jadwal panen secara akurat.

Dengan data tersebut, pemerintah bisa mengatur agar panen cabai tidak menumpuk di satu waktu saja. Dinas KPTPH segera mensosialisasikan penggunaan aplikasi ini kepada para penyuluh pertanian di lapangan.

Baca Juga  Bibit Padi Unggul di Tulang Bawang, Produksi 12 Ton per Hektare

Program digitalisasi pertanian ini juga mendapat dukungan penuh dari Bank Indonesia. Harapannya, intervensi kebijakan di masa depan akan lebih tepat sasaran berdasarkan data riil dari desa.

“Data yang akurat memungkinkan kita menjaga stok cabai tetap stabil sepanjang tahun,” tegas Elvira.

Perketat Jalur Distribusi

Selain memperkuat produksi, pengaturan arus barang juga menjadi fokus utama. Pemprov Lampung bekerja sama dengan Dinas Perdagangan untuk memantau keluar-masuknya cabai dari dan ke luar daerah. Pengawasan ini penting agar pasokan untuk konsumsi warga Lampung tetap tercukupi.

Baca Juga  Strategi Lahan Rawa Jadi Kunci Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Mengingat curah hujan tinggi yang masih terjadi, para petani diminta lebih waspada terhadap kualitas tanaman. Melalui aplikasi eHorti, petani bisa mendapatkan panduan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan cuaca.

Dengan sinergi antara teknologi dan kerja keras petani, Lampung optimis mampu swasembada cabai secara berkelanjutan.(*)

Berita Terkait

Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur, Gubernur Mirza Raih KWP Award 2026
El Nino Godzilla, Petani Lampung Andalkan Jaringan Irigasi Air Tanah
Antisipasi El Nino Lampung Siapkan 1.222 Irigasi Perpompaan
Stok Beras Nasional Aman 11 Bulan, Mentan Amran Fokus Genjot Produksi
Ancaman Krisis Pangan, Mentan: Konglomerat Dunia Diam-diam Borong Lahan
Lampung Segera Tetapkan Area Lahan Sawah yang Dilindungi
Teknologi AWD Lewat Pipa Paralon, Solusi Hemat Air Sawah Hingga 20 Persen
Penguatan Sistem Irigasi Rawa Jadi Kunci Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 20:15 WIB

Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur, Gubernur Mirza Raih KWP Award 2026

Rabu, 15 April 2026 - 18:51 WIB

Jaga Stok Pangan, Pemprov Lampung Luncurkan Aplikasi eHorti untuk Petani Cabai

Sabtu, 11 April 2026 - 18:34 WIB

El Nino Godzilla, Petani Lampung Andalkan Jaringan Irigasi Air Tanah

Jumat, 10 April 2026 - 18:29 WIB

Antisipasi El Nino Lampung Siapkan 1.222 Irigasi Perpompaan

Rabu, 8 April 2026 - 12:40 WIB

Stok Beras Nasional Aman 11 Bulan, Mentan Amran Fokus Genjot Produksi

Berita Terbaru

TNI, Polri, dan Kadin masing-masing mengelola 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna menjamin kelancaran program.(Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Kok Bisa TNI, Polri dan Kadin Punya Seribu Dapur MBG?

Kamis, 16 Apr 2026 - 15:47 WIB