El Nino Godzilla, Petani Lampung Andalkan Jaringan Irigasi Air Tanah

Sabtu, 11 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemanfaatan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) melalui sumur bor sebagai cadangan air utama.(Ilustrasi: Kitani.id)

Pemanfaatan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) melalui sumur bor sebagai cadangan air utama.(Ilustrasi: Kitani.id)

(Kitani.id): Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino membayangi produktivitas lahan pertanian di wilayah Lampung. Cuaca panas yang menyengat diprediksi mulai menguras ketersediaan air permukaan secara drastis sejak awal Mei mendatang.

Namun, jumlah usulan bantuan sumur bor dari pemerintah daerah hingga saat ini tercatat masih sangat minim. Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, mengungkapkan bahwa baru ada 115 unit sumur bor yang beroperasi untuk melayani ribuan hektare sawah di lima kabupaten.

Kondisi ini sangat krusial bagi keberlangsungan panen petani, karena sumur bor adalah penyelamat saat hujan berhenti turun. Oleh sebab itu, percepatan usulan jaringan irigasi air tanah menjadi kunci agar petani tidak mengalami gagal panen massal.

Baca Juga  Antisipasi El Nino Lampung Siapkan 1.222 Irigasi Perpompaan

Sumur Bor Jadi Penyelamat Lahan

Elroy menjelaskan bahwa irigasi air tanah merupakan alternatif paling efektif untuk menghadapi kemarau panjang. Pihaknya kini terus mendorong pemerintah kabupaten dan kota di Lampung untuk segera mengajukan usulan bantuan sumur bor.

“Jaringan irigasi air tanah ini jadi alternatif utama karena memanfaatkan cadangan air bawah tanah saat hujan berkurang,” terangnya, seperti dilansir Antara, Sabtu (11 April 2026).

Baca Juga  Jaga Stok Pangan, Pemprov Lampung Luncurkan Aplikasi eHorti untuk Petani Cabai

Saat ini, distribusi sumur bor paling banyak berada di Lampung Selatan dengan total 74 unit. Sementara itu, wilayah potensial seperti Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Lampung Utara diharapkan lebih aktif mengusulkan program mitigasi ini.

Target Mitigasi Kekeringan 2026

Pemerintah masih membuka pintu usulan hingga bulan Mei bagi desa-desa yang rawan kekeringan. Tercatat beberapa lokasi seperti Desa Kelawi, Bakauheni, hingga Adi Jaya sudah masuk dalam daftar prioritas pembangunan sumur bor tahun ini.

Baca Juga  101 Usulan Jaringan Irigasi Utama di Provinsi Lampung Siap Sokong Swasembada Pangan

“Kami mendorong agar kabupaten dan kota segera mengusulkan karena kuota usulan masih dibuka sampai Mei,” tambah Elroy.

Dengan debit pompa yang mencapai ratusan liter per detik, jaringan irigasi ini diharapkan mampu menjaga kelembapan tanah di 2.044 hektare daerah irigasi. Langkah antisipasi yang cepat akan memastikan dapur petani tetap mengepul meski El Nino menyerang.(*)

Berita Terkait

Serapan Gabah dan Beras Petani Bulog Tembus 3 Juta Ton Juni 2026
101 Usulan Jaringan Irigasi Utama di Provinsi Lampung Siap Sokong Swasembada Pangan
Kelompok Telur Penggerek Batang Jadi Sasaran Gerakan Nasional Kementan
Ketum HKTI: Program Jangan Berhenti di Atas Kertas
Mitigasi El Nino, Petani Lampung Diminta Lakukan Percepatan Tanam Padi
Konsumsi Sayur Masih Rendah, Program Makan Bergizi Gratis Jadi Solusi Strategis
Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur, Gubernur Mirza Raih KWP Award 2026
Jaga Stok Pangan, Pemprov Lampung Luncurkan Aplikasi eHorti untuk Petani Cabai

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:39 WIB

Serapan Gabah dan Beras Petani Bulog Tembus 3 Juta Ton Juni 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:11 WIB

101 Usulan Jaringan Irigasi Utama di Provinsi Lampung Siap Sokong Swasembada Pangan

Kamis, 30 April 2026 - 14:41 WIB

Kelompok Telur Penggerek Batang Jadi Sasaran Gerakan Nasional Kementan

Selasa, 28 April 2026 - 12:25 WIB

Ketum HKTI: Program Jangan Berhenti di Atas Kertas

Kamis, 23 April 2026 - 23:05 WIB

Mitigasi El Nino, Petani Lampung Diminta Lakukan Percepatan Tanam Padi

Berita Terbaru