Teknologi AWD Lewat Pipa Paralon, Solusi Hemat Air Sawah Hingga 20 Persen

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penerapan metode Alternate Wetting and Drying (AWD) menggunakan pipa paralon untuk mengatur siklus pengairan secara terukur.(Foto: ist)

Penerapan metode Alternate Wetting and Drying (AWD) menggunakan pipa paralon untuk mengatur siklus pengairan secara terukur.(Foto: ist)

(Kitani.id): Pandangan lama bahwa sawah harus selalu tergenang air kini mulai berubah. Sebuah inovasi sederhana menggunakan pipa paralon terbukti mampu menjaga hasil panen tetap melimpah meski penggunaan air dikurangi. Teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD) lewat pipa paralon ini menjadi jawaban bagi petani dalam menghadapi keterbatasan sumber daya irigasi.

Kementerian Pertanian (Kementan) mengadaptasi metode ini untuk membantu efisiensi pengairan di lahan persawahan. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pengaturan air yang efisien merupakan variabel penentu dalam mempertahankan produksi nasional.

Strategi ini sangat krusial untuk menekan risiko gagal panen akibat kekeringan. “Ketersediaan air yang terencana sangat menentukan dalam menjaga produktivitas padi kita,” ujar Mentan Amran, Jumat (27 Maret 2026).

Baca Juga  Konsumsi Sayur Masih Rendah, Program Makan Bergizi Gratis Jadi Solusi Strategis

Cara Kerja Pipa Pantau Sederhana

Secara teknis, teknologi AWD lewat pipa paralon berfungsi layaknya alat ukur kedalaman air di bawah permukaan tanah. Pipa paralon dibenamkan di lahan sawah agar petani bisa memantau kondisi kelembapan tanah secara akurat. Pengairan kembali hanya dilakukan saat muka air di dalam pipa turun hingga 10–15 cm.

Analis Lingkungan Pertanian, Ali Pramono, menjelaskan bahwa pipa ini bekerja dengan prinsip sederhana. Petani tidak perlu menggenangi sawah terus-menerus, melainkan cukup mengatur siklus berdasarkan indikator di dalam pipa. Namun, ketersediaan air tetap diprioritaskan pada fase kritis seperti masa pemupukan dan saat tanaman berbunga.

Baca Juga  101 Usulan Jaringan Irigasi Utama di Provinsi Lampung Siap Sokong Swasembada Pangan

“Pengamatan kondisi air dilakukan menggunakan alat sederhana berupa pipa paralon yang dibenamkan di lahan,” jelas Ali. Metode ini memberikan panduan pasti kapan sawah harus diairi dan kapan bisa dibiarkan mengering sementara.

Keunggulan untuk Tanah dan Tanaman

Penerapan sistem ini tidak hanya menghemat air, tetapi juga memperbaiki struktur perakaran tanaman. Akar padi menjadi lebih kuat dan dalam sehingga lebih tahan terhadap cekaman cuaca panas. Selain itu, sawah yang tidak terus-menerus tergenang dapat memperbaiki kondisi tanah dan menurunkan emisi gas rumah kaca.

Baca Juga  El Nino Godzilla, Petani Lampung Andalkan Jaringan Irigasi Air Tanah

Kepala BRMP, Fadjry Djufry, menyebut inovasi ini sebagai solusi adaptif yang sangat dibutuhkan saat ini. Pengaturan air yang terukur memastikan tanaman tetap tumbuh optimal meskipun pasokan air terbatas. Petani diharapkan dapat menjaga stabilitas hasil panen sekaligus memperluas jangkauan layanan irigasi ke lahan lain.

Pendekatan pertanian cerdas iklim ini menjadi bagian dari upaya keberlanjutan sistem produksi pangan nasional. Dengan pipa pantau yang murah dan mudah didapat, petani di pelosok daerah kini bisa mengelola sawah dengan lebih modern dan efisien.(*)

Berita Terkait

Serapan Gabah dan Beras Petani Bulog Tembus 3 Juta Ton Juni 2026
101 Usulan Jaringan Irigasi Utama di Provinsi Lampung Siap Sokong Swasembada Pangan
Kelompok Telur Penggerek Batang Jadi Sasaran Gerakan Nasional Kementan
Ketum HKTI: Program Jangan Berhenti di Atas Kertas
Mitigasi El Nino, Petani Lampung Diminta Lakukan Percepatan Tanam Padi
Konsumsi Sayur Masih Rendah, Program Makan Bergizi Gratis Jadi Solusi Strategis
Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur, Gubernur Mirza Raih KWP Award 2026
Jaga Stok Pangan, Pemprov Lampung Luncurkan Aplikasi eHorti untuk Petani Cabai

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:39 WIB

Serapan Gabah dan Beras Petani Bulog Tembus 3 Juta Ton Juni 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:11 WIB

101 Usulan Jaringan Irigasi Utama di Provinsi Lampung Siap Sokong Swasembada Pangan

Kamis, 30 April 2026 - 14:41 WIB

Kelompok Telur Penggerek Batang Jadi Sasaran Gerakan Nasional Kementan

Selasa, 28 April 2026 - 12:25 WIB

Ketum HKTI: Program Jangan Berhenti di Atas Kertas

Kamis, 23 April 2026 - 23:05 WIB

Mitigasi El Nino, Petani Lampung Diminta Lakukan Percepatan Tanam Padi

Berita Terbaru