Ubah Sekam Jadi Arang, Dirut Bulog Dorong Petani Raih Cuan Tambahan

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inovasi pengolahan sekam menjadi arang atau produk turunan bernilai ekonomi dengan sentuhan teknologi modern. (Ilustrasi:ist)

Inovasi pengolahan sekam menjadi arang atau produk turunan bernilai ekonomi dengan sentuhan teknologi modern. (Ilustrasi:ist)

Inti Berita:

Masalah: Sekam padi selama ini sering terbuang percuma dan belum dimanfaatkan secara optimal oleh petani maupun penggilingan.

Solusi: Inovasi pengolahan sekam menjadi arang atau produk turunan bernilai ekonomi dengan sentuhan teknologi modern.

Data: Implementasi awal difokuskan pada wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sebagai model percontohan nasional.

(Kitani.id): Limbah sekam padi yang biasanya menumpuk di sudut penggilingan kini punya peluang jadi sumber uang. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengajak para pelaku usaha tani untuk mulai melirik potensi besar di balik kulit gabah tersebut.

Baca Juga  Serapan Gabah dan Beras Petani Bulog Tembus 3 Juta Ton Juni 2026

Menurut Rizal, sekam padi jangan lagi dianggap sebagai sampah sisa produksi. Karena jika diolah dengan benar, sekam bisa menjadi arang atau produk lain yang memiliki daya jual tinggi di pasar.

“Sekam padi yang selama ini sering terbuang dapat diolah menjadi arang atau produk bernilai ekonomi. Sehingga, memberikan tambahan manfaat bagi petani dan industri penggilingan padi,” ujar Rizal pada Rabu (4 Maret 2026).

Baca Juga  Hilirisasi Komoditas Strategis Lampung, Kunci Perkuat Ekonomi dan Pajak Daerah

Kemudian, ia menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama. Pengolahan secara modern akan memastikan sekam tidak terbuang percuma, melainkan mendukung kebutuhan industri yang lebih luas dan produktif.

Langkah Awal 

Dorongan inovasi ini disampaikan Rizal saat meninjau unit penggilingan padi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Lokasi ini dipilih untuk melihat langsung bagaimana proses produksi sampingan bisa dikembangkan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Baca Juga  Hilirisasi Komoditas Strategis, Kunci Lampung Dongkrak Ekonomi Desa

Selain itu, Rizal berharap langkah ini segera dimulai dari wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Dia ingin kedua wilayah tersebut menjadi pelopor dalam menciptakan efisiensi di sektor pengolahan padi nasional.

“Inovasi pemanfaatan sekam padi ini diharapkan dapat mulai dikembangkan di kedua wilayah itu. Tujuannya sebagai langkah awal untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menciptakan nilai tambah,” pungkas Rizal. (*)

Berita Terkait

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional
Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:14 WIB

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:06 WIB

Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Berita Terbaru