Hilirisasi Komoditas Strategis Lampung, Kunci Perkuat Ekonomi dan Pajak Daerah

Sabtu, 2 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lampung, Bimo Epyanto. (Foto: ist)

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lampung, Bimo Epyanto. (Foto: ist)

(Kitani.id): Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lampung, Bimo Epyanto, menyoroti struktur ekonomi daerah saat ini. Ia menekankan pentingnya pengembangan model bisnis hilirisasi pada komoditas strategis. Langkah ini bertujuan agar kekayaan alam Lampung memberikan manfaat lebih optimal.

Selama ini, komoditas unggulan Lampung cenderung hanya dikonsumsi langsung. Banyak produk dijual dalam bentuk mentah tanpa proses pengolahan lanjut. Kondisi tersebut dinilai belum mampu menciptakan nilai tambah yang maksimal.

Baca Juga  Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Jika hanya habis dikonsumsi, nilai tambahnya menjadi sangat terbatas. Pertumbuhan ekonomi memang tetap besar karena volumenya yang tinggi. Namun, posisinya belum berada pada level yang benar-benar optimal bagi masyarakat.

Keuntungan Pengolahan Produk Turunan di Lampung

Nilai tambah komoditas Lampung sering kali justru dinikmati daerah lain. Hal ini terjadi karena industri pengolahan berada di luar wilayah Lampung.

Baca Juga  Usai Swasembada Pangan, Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tiga Tahun Mendatang

Bank Indonesia kini mendorong agar proses hilirisasi dilakukan langsung di sini. Komoditas seperti cabai dan bawang merah tidak lagi dijual mentah. Keduanya dapat diolah menjadi saus atau bumbu olahan siap saji.

Dengan pengolahan ini, harga jual produk otomatis menjadi lebih tinggi. “Akan muncul aktivitas ekonomi baru yang berdampak pada peningkatan pajak daerah,” ujar Bimo, Jumat (1 Mei 2026).

Baca Juga  Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Hilirisasi juga mampu membuka lapangan kerja baru bagi warga lokal. Selain itu, kesejahteraan petani akan ikut meningkat secara signifikan.

Peluang besar ini juga terbuka lebar untuk komoditas kopi. Lampung adalah produsen besar, namun ekspornya mayoritas masih berbentuk biji mentah. Jika diolah di dalam daerah, penyerapan tenaga kerja akan jauh lebih besar.(*)

Berita Terkait

Usai Swasembada Pangan, Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tiga Tahun Mendatang
Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional
Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:26 WIB

Usai Swasembada Pangan, Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tiga Tahun Mendatang

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:14 WIB

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Berita Terbaru

Menggenjot serapan menu ayam dan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mendesak kepatuhan terhadap regulasi harga.(Foto: ist)

Peternakan

Stabilisasi Harga Ayam Broiler Lewat Menu Makan Bergizi Gratis

Kamis, 11 Jun 2026 - 16:38 WIB