Ekonomi Lampung Bertumpu pada Kekuatan Petani dan Hilirisasi

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI di Ruang Rapat Utama, Kamis (23 April 2026).(Foto: ist)

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI di Ruang Rapat Utama, Kamis (23 April 2026).(Foto: ist)

(Kitani.id): Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI di Ruang Rapat Utama, Kamis (23 April 2026). Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mirza menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung utama Ekonomi Lampung.

Gubernur Mirza menjelaskan lahan pertanian di Lampung mencapai 1,8 juta hektare dari total wilayah 3 juta hektare. Komoditas utama seperti padi, jagung, dan singkong menjadi tumpuan hidup hampir dua juta keluarga petani.

Meskipun APBD terbatas di angka Rp6,7 triliun, pemerintah terus berupaya membangun infrastruktur pendukung distribusi hasil bumi. “Perbaikan indikator sosial menunjukkan bahwa sektor pertanian adalah motor penggerak kita,” ujarnya.

Baca Juga  Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Strategi Hilirisasi dan Penguatan Nilai Tukar Petani

Data menunjukkan performa Ekonomi Lampung sangat impresif dengan pertumbuhan mencapai 5,28 persen, melampaui rata-rata nasional. Angka kemiskinan juga berhasil ditekan dari 10,7 persen pada 2024 menjadi 9,6 persen.

Selain itu, kesejahteraan petani meningkat signifikan yang tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) di level 130. Namun, Gubernur Mirza menyoroti kontribusi industri yang baru mencapai 18 persen terhadap PDRB. Dari potensi komoditas sebesar Rp150 triliun, baru Rp30 triliun yang berhasil diolah melalui industri hilirisasi.

Baca Juga  Atasi Masalah Merek, Komisi VII Dorong Pembentukan Holding UMKM Lampung

Untuk itu, pemerintah mendorong pembangunan lima kawasan industri strategis, termasuk di wilayah Way Kanan, guna meningkatkan nilai tambah produk.

Ketua Tim Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, mengapresiasi gairah pembangunan di Lampung dalam satu setengah tahun terakhir. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII, Chusnunia Chalim, mendorong hilirisasi singkong menjadi produk turunan seperti Modified Cassava Flour (Mocaf). Strategi ini diharapkan mampu mendongkrak Ekonomi Lampung secara berkelanjutan.

Baca Juga  Perkuat Tata Niaga Singkong, Pemprov Lampung Gandeng Kemendag

Sektor pariwisata juga mencatat lonjakan kunjungan dari 17 juta pada 2024 menjadi 27 juta pada 2025. Meski begitu, tantangan besar tetap ada pada lama tinggal wisatawan yang hanya 1,3 hari. Untuk UMKM, pemerintah menyiapkan sistem agregator guna membantu 398 ribu pelaku usaha agar mampu menembus pasar ekspor secara kolektif.(*)

Berita Terkait

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional
Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:14 WIB

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:06 WIB

Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Berita Terbaru