Atasi Masalah Merek, Komisi VII Dorong Pembentukan Holding UMKM Lampung

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembentukan Holding UMKM sebagai agregator untuk menyatukan produk sejenis dalam satu wadah.(Foto: ist)

Pembentukan Holding UMKM sebagai agregator untuk menyatukan produk sejenis dalam satu wadah.(Foto: ist)

(Kitani.id): Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, mendorong pembentukan Holding UMKM di Provinsi Lampung. Langkah ini bertujuan untuk mengatasi hambatan pemasaran yang sering dialami pelaku usaha lokal.

Dewan menilai, penyatuan kekuatan antar-pelaku usaha sangat mendesak agar produk daerah mampu bersaing di level nasional. Saat ini, banyak produk UMKM yang jalan di tempat karena mengelola satu komoditas dengan terlalu banyak merek berbeda.

Baca Juga  Jaga Stok Pangan, Pemprov Lampung Luncurkan Aplikasi eHorti untuk Petani Cabai

Kondisi tersebut membuat kapasitas produksi menjadi kecil dan terfragmentasi. “Kita butuh pihak tengah atau agregator untuk mengumpulkan produk serupa menjadi satu,” ujar Chusnunia di Bandarlampung, Kamis (23 April 2026).

Klasterisasi Produk untuk Tembus Pasar Ekspor

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengakui bahwa belum adanya klasterisasi menjadi kendala utama. Sebagai contoh, dalam satu lokasi bisa muncul banyak sekali merek keripik singkong namun tidak ada yang berkembang besar. Karenanya, pelatihan sumber daya manusia dan pengelompokan produk secara intensif sangat dibutuhkan saat ini.

Baca Juga  Akselerasi Ekspor Alpukat Siger Lampung Timur Melalui Penguatan Koperasi

Melalui Holding UMKM, permintaan konsumen dalam jumlah besar kini tidak lagi menjadi masalah bagi pengusaha kecil. Gabungan produksi dari berbagai pelaku usaha dalam satu wadah akan memastikan stok selalu tersedia.

Strategi ini diyakini mampu membuka peluang pasar yang lebih luas, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. Pemerintah Provinsi Lampung juga mengusulkan perluasan akses pembiayaan dan bantuan legalitas seperti sertifikasi Halal, PIRT, hingga HKI.

Baca Juga  Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Dukungan digitalisasi serta kemitraan dengan industri besar menjadi agenda prioritas selanjutnya. Harapannya, produk asli Lampung semakin dikenal dan mampu meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha daerah. (*)

Berita Terkait

Seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih di Lampung
Akselerasi Ekspor Alpukat Siger Lampung Timur Melalui Penguatan Koperasi
Koperasi Desa Merah Putih Harus Fokus Jadi Agregator Produk UMKM
Koperasi Desa Merah Putih Lampung Siap Beroperasi Mei Mendatang
Revitalisasi UMKM Center Dukung Perluasan Akses Produk Lokal Lampung
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Merah Putih Resmi Dibuka
Kemensos Gandeng Koperasi Desa Merah Putih Serap Jutaan Tenaga Kerja PKH
Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Baru di Lampung

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:17 WIB

Seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih di Lampung

Senin, 4 Mei 2026 - 22:11 WIB

Akselerasi Ekspor Alpukat Siger Lampung Timur Melalui Penguatan Koperasi

Kamis, 30 April 2026 - 11:40 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Harus Fokus Jadi Agregator Produk UMKM

Senin, 27 April 2026 - 19:51 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Lampung Siap Beroperasi Mei Mendatang

Sabtu, 25 April 2026 - 20:43 WIB

Revitalisasi UMKM Center Dukung Perluasan Akses Produk Lokal Lampung

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB