Koperasi Desa Merah Putih Harus Fokus Jadi Agregator Produk UMKM

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koperasi harus fokus menjadi agregator produk dan penyedia akses pembiayaan.(Ilustrasi: Kitani)

Koperasi harus fokus menjadi agregator produk dan penyedia akses pembiayaan.(Ilustrasi: Kitani)

(Kitani.id): Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebaiknya tidak bersaing dengan pelaku usaha desa. Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, menyarankan koperasi fokus pada fungsi agregasi. Ini dianggap penting agar kehadiran koperasi tidak mematikan usaha mikro lokal.

Bhima menilai potensi tumpang tindih muncul jika koperasi menjual produk subsidi sejenis. Koperasi seharusnya menghimpun produksi warga lalu meningkatkan nilai tambahnya. Pengolahan dan pengemasan yang baik akan memperluas akses pasar luar daerah.

Baca Juga  Kemensos Gandeng Koperasi Desa Merah Putih Serap Jutaan Tenaga Kerja PKH

“KDMP harus bisa mengolah produk seperti porang dan mencari pembeli luas,” ujar Bhima, Rabu (29 April 2023).

Selain itu, ia mengingatkan risiko kegagalan bisnis yang bisa menekan fiskal. Pengelolaan dana yang salah dapat berdampak buruk pada sektor perbankan.

Pemberdayaan Warung Kecil di Desa

Pemerintah menjamin kehadiran koperasi tidak akan mematikan usaha masyarakat desa. Staf Khusus Menteri Koperasi, Ambar Pertiwiningrum, menegaskan warung kecil justru dirangkul. Mereka akan diarahkan menjadi anggota resmi untuk memperkuat ekonomi warga.

Baca Juga  Ribuan Kopdeskel Merah Putih Terima Bantuan Mobil Operasional

Pelaku usaha kecil dapat memanfaatkan unit simpan pinjam sebagai akses pembiayaan. Hal ini menjadikan koperasi sebagai wadah pemberdayaan untuk mengembangkan usaha lokal. Keberadaan koperasi murni bertujuan memperkuat rantai pasok dari tingkat desa.

Target pembangunan unit Koperasi Desa Merah Putih terus dikejar secara nasional. Sekitar 20.000 hingga 30.000 unit ditargetkan rampung pada Juni 2026 mendatang. Program ini menjadi tahap awal percepatan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.(*)

Berita Terkait

Seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih di Lampung
Akselerasi Ekspor Alpukat Siger Lampung Timur Melalui Penguatan Koperasi
Koperasi Desa Merah Putih Lampung Siap Beroperasi Mei Mendatang
Revitalisasi UMKM Center Dukung Perluasan Akses Produk Lokal Lampung
Atasi Masalah Merek, Komisi VII Dorong Pembentukan Holding UMKM Lampung
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Merah Putih Resmi Dibuka
Kemensos Gandeng Koperasi Desa Merah Putih Serap Jutaan Tenaga Kerja PKH
Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Baru di Lampung

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:17 WIB

Seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih di Lampung

Senin, 4 Mei 2026 - 22:11 WIB

Akselerasi Ekspor Alpukat Siger Lampung Timur Melalui Penguatan Koperasi

Kamis, 30 April 2026 - 11:40 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Harus Fokus Jadi Agregator Produk UMKM

Senin, 27 April 2026 - 19:51 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Lampung Siap Beroperasi Mei Mendatang

Sabtu, 25 April 2026 - 20:43 WIB

Revitalisasi UMKM Center Dukung Perluasan Akses Produk Lokal Lampung

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB