(Kitani.id): Provinsi Lampung memiliki fondasi ekonomi kuat di tingkat akar rumput. Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, menyebut ribuan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) siap menjadi motor penggerak ekonomi.
Kehadiran lembaga ini diharapkan mampu mengubah wajah kesejahteraan masyarakat desa. Saat ini, seluruh desa dan kelurahan di Lampung telah memiliki koperasinya masing-masing. Tercatat ada 2.652 unit koperasi yang resmi berbadan hukum. Terdiri dari 2.444 unit koperasi desa dan 208 unit koperasi kelurahan.
“Ribuan koperasi ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan. Selain itu, bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lampung,” ujar Restuardy dalam Musrenbang di Bandar Lampung, Senin (13 April 2026).
Aktivitas Gerai dan Kemitraan BUMN
Koperasi Merah Putih tidak sekadar nama di atas kertas. Saat ini, sebanyak 1.520 unit koperasi telah memiliki minimal satu gerai fisik. Secara keseluruhan, terdapat 1.981 gerai aktif yang tersebar di berbagai pelosok Lampung.
Langkah ekspansi juga terus dilakukan melalui sinergi dengan pihak luar. Sebanyak 318 unit koperasi telah mengajukan permohonan kemitraan kepada BUMN. Sinergi ini bertujuan memperkuat permodalan dan memperluas jaringan pasar bagi produk desa.
Diversifikasi Usaha dari Sembako hingga Klinik
Jenis usaha yang dikelola Koperasi Merah Putih sangat beragam. Mayoritas bergerak di bidang gerai kantor dan pemenuhan kebutuhan pokok atau sembako. Namun, ada juga yang merambah sektor logistik hingga kesehatan masyarakat.
Data menunjukkan terdapat 29 unit gerai cold storage atau rantai dingin yang sangat penting bagi produk pertanian. Selain itu, terdapat 27 apotek desa dan 17 klinik desa yang sudah beroperasi.
Keberagaman usaha ini menjadi bukti bahwa koperasi mampu melayani berbagai kebutuhan dasar warga pedesaan secara mandiri.(*)








