Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Baru di Lampung

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, menyebut perlunya penggerak ekonomi lokal untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan PAD.(foto: Antara)

Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, menyebut perlunya penggerak ekonomi lokal untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan PAD.(foto: Antara)

(Kitani.id): Provinsi Lampung memiliki fondasi ekonomi kuat di tingkat akar rumput. Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, menyebut ribuan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) siap menjadi motor penggerak ekonomi.

Kehadiran lembaga ini diharapkan mampu mengubah wajah kesejahteraan masyarakat desa. Saat ini, seluruh desa dan kelurahan di Lampung telah memiliki koperasinya masing-masing. Tercatat ada 2.652 unit koperasi yang resmi berbadan hukum. Terdiri dari 2.444 unit koperasi desa dan 208 unit koperasi kelurahan.

Baca Juga  Keadilan yang Belum Sampai ke Sawah

“Ribuan koperasi ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan. Selain itu, bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lampung,” ujar Restuardy dalam Musrenbang di Bandar Lampung, Senin (13 April 2026).

Aktivitas Gerai dan Kemitraan BUMN

Koperasi Merah Putih tidak sekadar nama di atas kertas. Saat ini, sebanyak 1.520 unit koperasi telah memiliki minimal satu gerai fisik. Secara keseluruhan, terdapat 1.981 gerai aktif yang tersebar di berbagai pelosok Lampung.

Baca Juga  UU Sistem Perkoperasian Nasional Segera Sah, Koperasi Bukan Lagi Usaha "Kuno"

Langkah ekspansi juga terus dilakukan melalui sinergi dengan pihak luar. Sebanyak 318 unit koperasi telah mengajukan permohonan kemitraan kepada BUMN. Sinergi ini bertujuan memperkuat permodalan dan memperluas jaringan pasar bagi produk desa.

Diversifikasi Usaha dari Sembako hingga Klinik

Jenis usaha yang dikelola Koperasi Merah Putih sangat beragam. Mayoritas bergerak di bidang gerai kantor dan pemenuhan kebutuhan pokok atau sembako. Namun, ada juga yang merambah sektor logistik hingga kesehatan masyarakat.

Baca Juga  Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui Koperasi, Kolaborasi Kemenkop dan MUI

Data menunjukkan terdapat 29 unit gerai cold storage atau rantai dingin yang sangat penting bagi produk pertanian. Selain itu, terdapat 27 apotek desa dan 17 klinik desa yang sudah beroperasi.

Keberagaman usaha ini menjadi bukti bahwa koperasi mampu melayani berbagai kebutuhan dasar warga pedesaan secara mandiri.(*)

Berita Terkait

Seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih di Lampung
Akselerasi Ekspor Alpukat Siger Lampung Timur Melalui Penguatan Koperasi
Koperasi Desa Merah Putih Harus Fokus Jadi Agregator Produk UMKM
Koperasi Desa Merah Putih Lampung Siap Beroperasi Mei Mendatang
Revitalisasi UMKM Center Dukung Perluasan Akses Produk Lokal Lampung
Atasi Masalah Merek, Komisi VII Dorong Pembentukan Holding UMKM Lampung
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Merah Putih Resmi Dibuka
Kemensos Gandeng Koperasi Desa Merah Putih Serap Jutaan Tenaga Kerja PKH

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:17 WIB

Seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih di Lampung

Senin, 4 Mei 2026 - 22:11 WIB

Akselerasi Ekspor Alpukat Siger Lampung Timur Melalui Penguatan Koperasi

Kamis, 30 April 2026 - 11:40 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Harus Fokus Jadi Agregator Produk UMKM

Senin, 27 April 2026 - 19:51 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Lampung Siap Beroperasi Mei Mendatang

Sabtu, 25 April 2026 - 20:43 WIB

Revitalisasi UMKM Center Dukung Perluasan Akses Produk Lokal Lampung

Berita Terbaru