Hilirisasi Sektor Perkebunan Perkuat Kemandirian Energi Nasional

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mentan mendorong percepatan hilirisasi perkebunan menjadi produk turunan bernilai tinggi dan sumber energi terbarukan (biofuel).

Mentan mendorong percepatan hilirisasi perkebunan menjadi produk turunan bernilai tinggi dan sumber energi terbarukan (biofuel).

(Kitani.id): Pemerintah melakukan transformasi besar pada sektor perkebunan. Fokus utama saat ini adalah mempercepat hilirisasi sektor perkebunan sebagai strategi memperkuat kedaulatan energi.

Kebijakan ini mengubah paradigma lama yang hanya menjual bahan mentah ke pasar global. Langkah strategis ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menekan impor energi.

Berbagai komoditas lokal kini diarahkan menjadi fondasi utama rantai pasok energi baru. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa hasil kebun harus naik kelas.

Baca Juga  Teknologi AWD Lewat Pipa Paralon, Solusi Hemat Air Sawah Hingga 20 Persen

“Tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk turunan bernilai tinggi, termasuk bioenergi,” ujar Amran Jumat (24 April 2026).

Kelapa Sawit dan Tebu Jadi Tulang Punggung Biofuel

Kelapa sawit, tebu, hingga singkong kini dipersiapkan menjadi bahan baku biodiesel dan bioetanol. Sektor hulu diperkuat melalui program peremajaan sawit rakyat dan penyediaan sarana produksi.

Baca Juga  Hilirisasi Komoditas Strategis, Kunci Lampung Dongkrak Ekonomi Desa

Sementara itu, komoditas tebu mendapat perhatian khusus untuk mencapai swasembada gula nasional. Pemerintah bahkan menargetkan perluasan areal tanam tebu hingga 200.000 hektare di seluruh Indonesia.

Plt Direktur Jenderal Perkebunan, Ali Jamil, menilai hilirisasi sektor perkebunan akan membuka banyak lapangan kerja. Dampaknya bukan hanya pada angka ekonomi, melainkan juga pada kesejahteraan para pekebun lokal.

Baca Juga  Ekspor Sawit Indonesia 2025 Melonjak 6 Juta Ton

Sinergi lintas sektor terus diperkuat untuk memastikan pasokan bahan baku industri bioenergi tetap stabil. Transformasi ini menjadi kunci pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi bangsa.(*)

Berita Terkait

Ekspor Sawit Indonesia 2025 Melonjak 6 Juta Ton
Hilirisasi Kelapa, Kelapa Sawit (CPO), dan Gambir Jadi Kunci Ekonomi Nasional
Dukungan Strategis Petani Kopi, Kementan Fokus Benih Unggul dan Sertifikasi Ekspor
Harga TBS Sawit Lampung Periode I Maret Naik Menjadi Rp3.194
Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor
Hilirisasi Perkebunan, Strategi Kementan Dongkrak Nilai Tambah Tujuh Komoditas Unggulan
Abdul Roni Angkat: Pacu Hilirisasi Perkebunan Lewat Penguatan Ekosistem Hulu-Hilir
Tren Harga Kakao Dunia Meningkat

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 19:27 WIB

Hilirisasi Sektor Perkebunan Perkuat Kemandirian Energi Nasional

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:15 WIB

Ekspor Sawit Indonesia 2025 Melonjak 6 Juta Ton

Senin, 30 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hilirisasi Kelapa, Kelapa Sawit (CPO), dan Gambir Jadi Kunci Ekonomi Nasional

Sabtu, 28 Maret 2026 - 20:05 WIB

Dukungan Strategis Petani Kopi, Kementan Fokus Benih Unggul dan Sertifikasi Ekspor

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:59 WIB

Harga TBS Sawit Lampung Periode I Maret Naik Menjadi Rp3.194

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB