Abdul Roni Angkat: Pacu Hilirisasi Perkebunan Lewat Penguatan Ekosistem Hulu-Hilir

Jumat, 13 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat. (Foto: ist)

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat. (Foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Komoditas perkebunan sering dijual mentah sehingga nilai tambah dan kesejahteraan petani rendah.

Solusi: Membangun ekosistem hilirisasi terintegrasi dari penyiapan lahan, CPCL, hingga pengolahan produk turunan.

Data: Fokus pada 7 komoditas strategis (tebu, kopi, kakao, kelapa, lada, pala, jambu mete) dengan koordinasi lintas sektor di wilayah potensial seperti Jawa Timur.

(Kitani.id): Kementerian Pertanian tengah memacu langkah besar untuk mendorong hilirisasi sub sektor perkebunan nasional. Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menegaskan bahwa upaya ini bukan sekadar program di atas kertas.

Baca Juga  Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Namun, merupakan perjuangan panjang di lapangan untuk memastikan kesiapan lahan dan petani.

Menurut Roni, proses penyiapan hilirisasi membutuhkan kerja keras dan koordinasi intensif. Pihaknya harus memastikan Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) benar-benar siap di berbagai daerah.

Tentunya, tantangan di lapangan sangat beragam, mulai dari pemetaan potensi wilayah hingga faktor cuaca yang memengaruhi budidaya.

“Kami turun langsung ke daerah untuk memastikan kesiapan CPCL serta memetakan potensi lahan yang ada. Proses ini memang tidak sederhana, namun menjadi langkah penting agar program hilirisasi berjalan optimal,” katanya seperti dilansir pertanian.go.id, baru-baru ini.

Baca Juga  Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Bangun Ekosistem Terintegrasi

Lebih lanjut Roni menjelaskan bahwa hilirisasi tidak boleh berjalan secara parsial atau terpisah-pisah. Dia menekankan pentingnya membangun ekosistem industri yang menyatu dari hulu hingga ke hilir.

Hal ini mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari produksi, pengolahan, hingga strategi pemasaran produk jadi.

“Hilirisasi perkebunan harus dibangun berbasis ekosistem yang terintegrasi. Dengan sinergi kuat antarsektor, termasuk dukungan aparat penegak hukum, target kesejahteraan petani dapat tercapai,” tegasnya.

Baca Juga  Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Langkah strategis ini mencakup pengembangan produk turunan seperti gula dari tebu hingga olahan cokelat dari kakao. Dengan begitu, pekebun di Lampung dan wilayah lainnya tidak lagi hanya menjadi penyedia bahan mentah.

Harapannya, industri ini mampu membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat perdesaan secara signifikan.(*)

Berita Terkait

Hilirisasi Sektor Perkebunan Perkuat Kemandirian Energi Nasional
Ekspor Sawit Indonesia 2025 Melonjak 6 Juta Ton
Hilirisasi Kelapa, Kelapa Sawit (CPO), dan Gambir Jadi Kunci Ekonomi Nasional
Dukungan Strategis Petani Kopi, Kementan Fokus Benih Unggul dan Sertifikasi Ekspor
Harga TBS Sawit Lampung Periode I Maret Naik Menjadi Rp3.194
Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor
Hilirisasi Perkebunan, Strategi Kementan Dongkrak Nilai Tambah Tujuh Komoditas Unggulan
Tren Harga Kakao Dunia Meningkat

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 19:27 WIB

Hilirisasi Sektor Perkebunan Perkuat Kemandirian Energi Nasional

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:15 WIB

Ekspor Sawit Indonesia 2025 Melonjak 6 Juta Ton

Senin, 30 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hilirisasi Kelapa, Kelapa Sawit (CPO), dan Gambir Jadi Kunci Ekonomi Nasional

Sabtu, 28 Maret 2026 - 20:05 WIB

Dukungan Strategis Petani Kopi, Kementan Fokus Benih Unggul dan Sertifikasi Ekspor

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:59 WIB

Harga TBS Sawit Lampung Periode I Maret Naik Menjadi Rp3.194

Berita Terbaru

Menggenjot serapan menu ayam dan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mendesak kepatuhan terhadap regulasi harga.(Foto: ist)

Peternakan

Stabilisasi Harga Ayam Broiler Lewat Menu Makan Bergizi Gratis

Kamis, 11 Jun 2026 - 16:38 WIB