Tren Harga Kakao Dunia Meningkat

Jumat, 13 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga kakao global melonjak, menjadi peluang bagi Indonesia sebagai salah satu produsen utama. (Ilustrasi: ist)

Harga kakao global melonjak, menjadi peluang bagi Indonesia sebagai salah satu produsen utama. (Ilustrasi: ist)

Inti Berita:

Masalah: Stok kakao dunia menipis akibat konflik global dan alih fungsi lahan di Afrika menjadi tambang.

Solusi: Pemerintah siapkan total Rp9,95 triliun untuk peremajaan berbagai komoditas (termasuk kakao) dan investasi hilirisasi Rp371 triliun melalui Danantara.

Data: Harga kakao global melonjak, menjadi peluang bagi Indonesia sebagai salah satu produsen utama.

(Kitani.id): Kabar gembira bagi para petani cokelat di tanah air. Saat ini, tren harga kakao dunia meningkat dengan sangat signifikan. Lonjakan harga ini dipicu oleh menyusutnya pasokan global.

Baca Juga  Target Hilirisasi Pertanian

Salah satu penyebab penyusutan pasokan global tersebut yakni setelah lahan perkebunan di Afrika dialihfungsikan menjadi tambang, ditambah dampak peperangan yang mengganggu distribusi.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar, melihat fenomena ini sebagai peluang emas. Menurutnya, Indonesia harus segera mengambil posisi karena kakao merupakan salah satu komoditas unggulan kita yang sedang sangat dicari pasar internasional.

Anggaran Peremajaan untuk Komoditas Unggulan

Menyikapi tren harga kakao dunia meningkat, pemerintah bergerak cepat memperkuat produktivitas lahan.

Pemerintah menggelontorkan total anggaran sebesar Rp9,95 triliun untuk peremajaan sejumlah komoditas strategis, termasuk kakao, kelapa, pala, lada, mete, gambir, hingga tebu.

Baca Juga  Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan

Dana yang disalurkan dalam kurun waktu tiga tahun ini bertujuan agar petani memiliki akses terhadap bibit unggul yang terstandar.

“Kita remajakan bibitnya yang sesuai, yang terstandar, cara pengelolaannya yang bener, maka produktivitasnya tinggi, petaninya tambah sejahtera,” tutur Mas Dar, Kamis (12 Maret 2026).

Strategi Hilirisasi Tanpa Beban APBN

Pemerintah juga memastikan agar hasil panen petani tidak hanya dijual sebagai bahan mentah. Strategi besar hilirisasi pun disiapkan dengan nilai investasi fantastis mencapai Rp371 triliun untuk membangun ekosistem industri yang kuat.

Baca Juga  Ekspor Sawit Indonesia 2025 Melonjak 6 Juta Ton

Proyek ini menarik karena tidak menggunakan dana APBN, melainkan dikelola oleh BPI Danantara bersama pihak swasta.

“Leadernya Danantara, melibatkan pihak swasta dan petani. Total investasi di hilirisasi ini Rp371 triliun,” jelas Mas Dar.

Dengan perbaikan kualitas kebun melalui dana peremajaan dan ketersediaan pabrik pengolahan, tren harga kakao dunia meningkat diharapkan menjadi momentum kesejahteraan bagi petani Indonesia, khususnya di sentra-sentra perkebunan seperti Lampung. (*)

Berita Terkait

Hilirisasi Sektor Perkebunan Perkuat Kemandirian Energi Nasional
Ekspor Sawit Indonesia 2025 Melonjak 6 Juta Ton
Hilirisasi Kelapa, Kelapa Sawit (CPO), dan Gambir Jadi Kunci Ekonomi Nasional
Dukungan Strategis Petani Kopi, Kementan Fokus Benih Unggul dan Sertifikasi Ekspor
Harga TBS Sawit Lampung Periode I Maret Naik Menjadi Rp3.194
Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor
Hilirisasi Perkebunan, Strategi Kementan Dongkrak Nilai Tambah Tujuh Komoditas Unggulan
Abdul Roni Angkat: Pacu Hilirisasi Perkebunan Lewat Penguatan Ekosistem Hulu-Hilir

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 19:27 WIB

Hilirisasi Sektor Perkebunan Perkuat Kemandirian Energi Nasional

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:15 WIB

Ekspor Sawit Indonesia 2025 Melonjak 6 Juta Ton

Senin, 30 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hilirisasi Kelapa, Kelapa Sawit (CPO), dan Gambir Jadi Kunci Ekonomi Nasional

Sabtu, 28 Maret 2026 - 20:05 WIB

Dukungan Strategis Petani Kopi, Kementan Fokus Benih Unggul dan Sertifikasi Ekspor

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:59 WIB

Harga TBS Sawit Lampung Periode I Maret Naik Menjadi Rp3.194

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB