(Kitani.id): Upaya meningkatkan hasil panen padi di Indonesia memasuki babak baru. PT Industri Padi Nusantara (IPN) menggandeng Universitas Hasanuddin dan mitra teknologi dari China untuk mengembangkan bibit terbaik. Melalui riset ini, produktivitas lahan diharapkan melonjak hingga 12 ton per hektare.
Kesepakatan besar ini diresmikan di Beijing, China, pekan lalu. Kerja sama tersebut fokus pada pengembangan pembibitan dan penyediaan peralatan pertanian canggih. Langkah ini menjadi angin segar bagi ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah Sumatera dan Lampung.
“Kerja sama ini mendukung penyediaan bibit padi unggul dengan hasil minimal 12 ton per hektare,” ujar Dirut PT IPN, Andi Nursyam Halid, Senin (13 April 2026).
Ekspansi Lahan di Tulang Bawang Lampung
Kabupaten Tulang Bawang menjadi salah satu lokasi utama pengembangan proyek ambisius ini. PT Silampari Agro Nusantara (SAN), anak usaha IPN, menyiapkan lahan seluas 5.000 hektare di wilayah tersebut.
Selain Lampung, proyek serupa juga menyasar Musi Rawas dan Merauke. Penerapan bibit padi unggul hasil riset ini akan didukung oleh teknologi mekanisasi modern.
Seluruh peralatan agrikultur, mulai dari pengolah lahan hingga mesin panen, disiapkan untuk memastikan efisiensi maksimal. Investasi besar ini bertujuan menciptakan standar baru dalam sistem pertanian skala luas.
Pusat Penggilingan Padi Terpadu
Kabar baik bagi petani Lampung, PT IPN berencana membangun pabrik penggilingan padi (Rice Mill) di Tulang Bawang. Pabrik ini memiliki kapasitas awal 100.000 ton per tahun. Nantinya, kapasitas tersebut akan ditingkatkan hingga mencapai 400.000 ton per tahun.
Fasilitas ini akan menjadi pusat pengolahan gabah bagi petani di kawasan industri terpadu seluas 1.400 hektare. Melalui studi banding ke Jiangsu, China, tim ahli memastikan teknologi yang digunakan adalah yang terbaik.
Sinergi ini diharapkan mampu mengubah wajah pertanian Lampung menjadi lebih modern dan menguntungkan. “Pabrik tersebut akan menjadi pusat pengolahan gabah dari para petani di Tulang Bawang dan sekitarnya,” tambah Andi Nursyam Halid.(*)








