Buah Nyamplung, Potensi Bahan Bakar Nabati dari Hutan

Jumat, 13 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemanfaatan buah nyamplung (Calophyllum inophyllum) sebagai sumber bioenergi terpendam melalui riset pembibitan dan teknologi konversi BRIN.

Pemanfaatan buah nyamplung (Calophyllum inophyllum) sebagai sumber bioenergi terpendam melalui riset pembibitan dan teknologi konversi BRIN.

Inti Berita:

Masalah: Ketergantungan tinggi pada bahan bakar minyak (BBM) impor yang mulai menipis dan kurang ramah lingkungan.

Solusi: Pemanfaatan buah nyamplung (Calophyllum inophyllum) sebagai sumber bioenergi terpendam melalui riset pembibitan dan teknologi konversi BRIN.

Data/Biaya: Pohon nyamplung berbuah sepanjang tahun dan seluruh limbah pengolahannya (kulit hingga bungkil) memiliki nilai ekonomis sebagai produk turunan.

(Kitani.id): Indonesia memiliki harta karun tersembunyi di dalam hutan tropisnya yang bisa menjadi kunci ketahanan energi masa depan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini tengah serius meneliti buah nyamplung, spesies asli Indonesia yang bentuknya mirip kelengkeng, sebagai bahan baku biofuel.

Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan kita pada minyak bumi impor. Nyamplung dinilai sebagai biomassa hutan yang sangat potensial karena tanaman ini mampu tumbuh subur di berbagai lahan dan tidak bersaing dengan kepentingan pangan.

Peneliti Pusat Penelitian Botani Terapan BRIN, Budi Leksono, menjelaskan bahwa minyak mentah dari nyamplung atau Tamanu Oil punya masa depan cerah. Minyak ini bisa diolah menjadi berbagai bahan bakar ramah lingkungan yang sangat dibutuhkan industri saat ini.

“Minyak nyamplung memiliki potensi besar untuk diolah menjadi biofuel seperti biokerosin, biodiesel, dan bioavtur atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan,” ujar Budi Leksono dikutip dari laman resmi BRIN pada Jumat (13 Maret 2026).

Pemanfaatan Sains untuk Hilirisasi Hutan

BRIN menegaskan bahwa riset ini bukan bentuk eksploitasi hutan, melainkan optimalisasi biomassa menggunakan bantuan sains.

Fokus penelitian meliputi teknik pembibitan, pemuliaan pohon, hingga teknologi pengolahan agar hasilnya memenuhi standar ekonomi dan teknis sebagai alternatif BBM.

Selain menjadi bahan bakar, pohon nyamplung memberikan keuntungan lebih bagi petani dan pelaku industri karena berbuah sepanjang tahun. Hal ini menjamin ketersediaan bahan baku yang stabil tanpa harus menunggu musim tertentu.

Limbah Bernilai Ekonomi Tinggi

Menariknya, pengolahan nyamplung menerapkan prinsip zero waste atau bebas sampah. Seluruh bagian dari sisa pengolahan buah ini tetap memiliki harga jual yang tinggi di pasar, sehingga dapat menambah pendapatan masyarakat sekitar hutan.

Limbah berupa kulit buah bisa diolah menjadi arang aktif, sementara bungkil bijinya dapat dijadikan pakan ternak berprotein tinggi. Bahkan, sisa resin atau getahnya sangat laku di industri kosmetik dan obat-obatan herbal karena khasiatnya yang unik.

Budi Leksono menekankan bahwa kemandirian energi adalah hal yang sangat realistis bagi Indonesia. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, Indonesia yang dulu dikenal sebagai pengekspor bahan bakar fosil, berpeluang besar menjadi pemain utama eksportir biofuel dunia.

“Kita memiliki sumber daya dan kapasitas ilmiah yang memadai. Yang dibutuhkan adalah konsistensi dalam penelitian dan sinergi kebijakan agar biofuel hasil hutan ini menjadi peta jalan energi kita,” pungkas Budi.(*)

Berita Terkait

Bibit Padi Unggul di Tulang Bawang, Produksi 12 Ton per Hektare
Jangan Terkecoh Tampilan Bersih! Ini Ciri Ikan Asin Bebas Formalin
Khasiat Gambir, Emas Hijau Nusantara yang Digandrungi Dunia
Indigofera dan Jalan Baru Ketahanan Pakan di Lampung
Manfaatkan Bungkil Inti Sawit, Peternak Lampung Bisa Hemat Biaya Pakan
Hemat Pakan, BRIN Olah Limbah Kulit Reptil Jadi Pakan Ikan Berkualitas
Urban Farming, Solusi Pangan di Tengah Hiruk Pikuk Lampung
Mengapa Buah Pisang Melengkung ke Atas?

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 17:16 WIB

Bibit Padi Unggul di Tulang Bawang, Produksi 12 Ton per Hektare

Selasa, 7 April 2026 - 17:24 WIB

Jangan Terkecoh Tampilan Bersih! Ini Ciri Ikan Asin Bebas Formalin

Senin, 30 Maret 2026 - 13:38 WIB

Khasiat Gambir, Emas Hijau Nusantara yang Digandrungi Dunia

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:21 WIB

Indigofera dan Jalan Baru Ketahanan Pakan di Lampung

Jumat, 13 Maret 2026 - 02:36 WIB

Buah Nyamplung, Potensi Bahan Bakar Nabati dari Hutan

Berita Terbaru

Menggenjot serapan menu ayam dan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mendesak kepatuhan terhadap regulasi harga.(Foto: ist)

Peternakan

Stabilisasi Harga Ayam Broiler Lewat Menu Makan Bergizi Gratis

Kamis, 11 Jun 2026 - 16:38 WIB