Hemat Pakan, BRIN Olah Limbah Kulit Reptil Jadi Pakan Ikan Berkualitas

Senin, 2 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakan ikan air tawar. (Foto: ist)

Pakan ikan air tawar. (Foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Kebutuhan pakan ikan nasional melonjak hingga 7,6 juta ton, sementara harga pakan komersial terus membebani pembudidaya.

Solusi: BRIN menciptakan pakan ikan air tawar dari tepung daging ular dan biawak (limbah industri kulit).

Data: Pakan ini menghasilkan Feed Conversion Ratio (FCR) 0,98, lebih efisien dibanding pakan komersial (FCR 1,1).

(Kitani.id): Industri perikanan budi daya Indonesia sedang tumbuh pesat. Data KKP 2025 menunjukkan produksi ikan mencapai 5,9 juta ton lebih. Kondisi ini memicu lonjakan kebutuhan pakan yang sangat tinggi. Para pembudidaya kini butuh alternatif pakan yang murah namun tetap bergizi.

Baca Juga  Inovasi Riset Sektor Peternakan, BRIN Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjawab tantangan tersebut. Mereka memformulasikan pakan inovatif berbahan dasar produk sampingan industri kulit.

Bahan bakunya memanfaatkan tepung daging ular dan daging biawak. Inovasi ini menyasar ikan kancra, nila, hingga ikan lele.

Efisiensi Tinggi dengan FCR di Bawah 1,0

Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN, Reza Samsudin, memberikan penjelasan menarik. Menurut Reza, industri perikanan yang naik terus otomatis membutuhkan pasokan makan melimpah. Peluang bisnis ini sangat menjanjikan karena ikan tumbuh dan produksi terus banyak.

Hasil uji coba lapangan di berbagai sentra produksi sangat memuaskan. Pada ikan lele, pakan berbasis limbah reptil ini mencatat angka FCR 0,98. Artinya, pembudidaya hanya butuh 0,98 kg pakan untuk menghasilkan 1 kg daging ikan. Angka ini jauh lebih efisien daripada pakan toko.

Baca Juga  Strategi Hilirisasi Riset Hortikultura, BRIN Kunci Target Ketahanan Pangan 2026

“Bahwa industri perikanan naik terus. Otomatis apa? Ikan tumbuh, ikan produksi banyak, perlu makan,” ungkap Reza dalam Temu Bisnis Biosains Terapan 2026 di Jakarta, Kamis (26 Februari 2026).

Potensi Bahan Baku Melimpah dan Murah

Pakan ini awalnya dirancang sebagai pakan tenggelam sesuai standar SNI. Namun, Reza memastikan formulasi ini sangat adaptif untuk industri besar. Mitra yang memiliki mesin extruder bisa mengubahnya menjadi pakan apung tanpa masalah.

Baca Juga  Indigofera dan Jalan Baru Ketahanan Pakan di Lampung

Ketersediaan bahan baku juga terjamin untuk skala besar. Satu titik sentra pengolahan kulit mampu menyuplai 300 kg limbah daging setiap hari. Karena menggunakan bahan sisa, harga jual pakan ini diprediksi akan sangat kompetitif.

“Tapi kalau Bapak, Ibu dari teman-teman industri, teman-teman mitra ada yang punya extruder, no problem. Kita bisa buat pakan yang bentuknya floating, yang apung,” jelas Reza memastikan fleksibilitas produknya.(*)

Berita Terkait

Bibit Padi Unggul di Tulang Bawang, Produksi 12 Ton per Hektare
Jangan Terkecoh Tampilan Bersih! Ini Ciri Ikan Asin Bebas Formalin
Khasiat Gambir, Emas Hijau Nusantara yang Digandrungi Dunia
Indigofera dan Jalan Baru Ketahanan Pakan di Lampung
Buah Nyamplung, Potensi Bahan Bakar Nabati dari Hutan
Manfaatkan Bungkil Inti Sawit, Peternak Lampung Bisa Hemat Biaya Pakan
Urban Farming, Solusi Pangan di Tengah Hiruk Pikuk Lampung
Mengapa Buah Pisang Melengkung ke Atas?

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 17:16 WIB

Bibit Padi Unggul di Tulang Bawang, Produksi 12 Ton per Hektare

Selasa, 7 April 2026 - 17:24 WIB

Jangan Terkecoh Tampilan Bersih! Ini Ciri Ikan Asin Bebas Formalin

Senin, 30 Maret 2026 - 13:38 WIB

Khasiat Gambir, Emas Hijau Nusantara yang Digandrungi Dunia

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:21 WIB

Indigofera dan Jalan Baru Ketahanan Pakan di Lampung

Jumat, 13 Maret 2026 - 02:36 WIB

Buah Nyamplung, Potensi Bahan Bakar Nabati dari Hutan

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB