Urban Farming, Solusi Pangan di Tengah Hiruk Pikuk Lampung

Senin, 2 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menerapkan urban farming dengan metode hidroponik atau vertikultur menggunakan barang bekas di area terbatas seperti balkon atau tembok rumah. (ilustrasi: Kitni.id)

Menerapkan urban farming dengan metode hidroponik atau vertikultur menggunakan barang bekas di area terbatas seperti balkon atau tembok rumah. (ilustrasi: Kitni.id)

Inti Berita:

Masalah: Meningkatnya populasi perkotaan dan keterbatasan lahan menyebabkan ketergantungan pangan pada pasar modern dan risiko sayuran berpestisida.

Solusi: Menerapkan urban farming dengan metode hidroponik atau vertikultur menggunakan barang bekas di area terbatas seperti balkon atau tembok rumah.

Data/Manfaat: Menghasilkan sayuran segar tanpa pengawet, menghemat biaya belanja, dan mendukung gaya hidup sehat tanpa pestisida berlebihan.

(Kitani.id): Udara perkotaan yang semakin panas dan didominasi makanan cepat saji menjadi tantangan besar bagi masyarakat modern saat ini. Namun, menanam sayuran sendiri di tengah kota bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Urban farming hadir sebagai solusi jitu untuk menghadapi masalah klasik kota besar, yaitu lonjakan penduduk dan terbatasnya lahan pertanian.

Baca Juga  Godzilla Mengancam Lampung, Harga Pangan Berpotensi Melambung

Urban farming bisa dimulai dari mana saja, pakai sistem hidroponik dari barang bekas atau rak vertikal dari kayu sisa. Meskipun ruang yang tersedia sangat terbatas, hal ini bukan lagi menjadi alasan untuk tidak produktif. Strategi ini sangat cocok diterapkan di wilayah perkotaan Lampung yang mulai padat pemukiman.

Panen Sayur Segar dari Halaman Sendiri

Memulai pertanian perkotaan tidak memerlukan modal yang besar, melainkan cukup dengan niat, kreativitas, serta kemauan untuk terus belajar. Masyarakat bisa menanam berbagai komoditas harian seperti kangkung, bayam, selada, hingga buah stroberi di halaman sempit maupun balkon. Bayangkan betapa bangganya saat membuka pintu rumah dan langsung bisa memanen sayuran segar untuk menu makan siang keluarga.

Baca Juga  ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung

Selain sisi ekonomis, metode ini menjamin kualitas asupan makanan yang jauh lebih sehat karena proses penanamannya terpantau langsung. Kita bisa memastikan sayuran tumbuh tanpa penggunaan pestisida berlebihan dan bebas dari zat pengawet. Gerakan ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan langkah nyata menuju kemandirian pangan dan lingkungan yang lebih hijau untuk generasi mendatang. (*)

Berita Terkait

Bibit Padi Unggul di Tulang Bawang, Produksi 12 Ton per Hektare
Jangan Terkecoh Tampilan Bersih! Ini Ciri Ikan Asin Bebas Formalin
Khasiat Gambir, Emas Hijau Nusantara yang Digandrungi Dunia
Indigofera dan Jalan Baru Ketahanan Pakan di Lampung
Buah Nyamplung, Potensi Bahan Bakar Nabati dari Hutan
Manfaatkan Bungkil Inti Sawit, Peternak Lampung Bisa Hemat Biaya Pakan
Hemat Pakan, BRIN Olah Limbah Kulit Reptil Jadi Pakan Ikan Berkualitas
Mengapa Buah Pisang Melengkung ke Atas?

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 17:16 WIB

Bibit Padi Unggul di Tulang Bawang, Produksi 12 Ton per Hektare

Selasa, 7 April 2026 - 17:24 WIB

Jangan Terkecoh Tampilan Bersih! Ini Ciri Ikan Asin Bebas Formalin

Senin, 30 Maret 2026 - 13:38 WIB

Khasiat Gambir, Emas Hijau Nusantara yang Digandrungi Dunia

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:21 WIB

Indigofera dan Jalan Baru Ketahanan Pakan di Lampung

Jumat, 13 Maret 2026 - 02:36 WIB

Buah Nyamplung, Potensi Bahan Bakar Nabati dari Hutan

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB