Mengapa Buah Pisang Melengkung ke Atas?

Minggu, 1 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buah pisang melengkung.(foto:ist)

Buah pisang melengkung.(foto:ist)

Inti Berita

Masalah: Banyak yang mengira buah pisang tumbuh melengkung hanya karena faktor kebetulan atau gravitasi bumi.

Solusi: Fenomena ini terjadi akibat proses alami bernama geotropisme negatif, di mana buah melawan gravitasi untuk mencari sinar matahari.

Data: Proses pertumbuhan ini dikendalikan oleh hormon auksin yang mengatur kecepatan pembelahan sel pada sisi buah.

(Kitani.id): Pernahkah Anda memperhatikan mengapa hampir semua buah pisang memiliki bentuk melengkung yang khas? Meskipun awalnya tumbuh mengarah ke bawah mengikuti tangkai yang menggantung, pisang perlahan akan berbelok ke arah atas.

Fenomena unik ini bukan tanpa alasan, melainkan sebuah mekanisme cerdas dari alam untuk bertahan hidup. Selanjutnya, pertumbuhan yang melawan gravitasi ini secara ilmiah dikenal dengan istilah geotropisme negatif.

Strategi ini dilakukan agar seluruh bagian buah pisang bisa menerima paparan sinar matahari secara merata. Melalui adaptasi tersebut, tanaman memastikan kualitas buah tetap terjaga optimal hingga masa panen tiba.

Peran Hormon Auksin dan Manfaat Alami

Mekanisme pelengkungan ini dikendalikan oleh hormon pertumbuhan tanaman yang disebut sebagai auksin. Hormon ini bekerja unik dengan membuat sel pada sisi atas buah tumbuh lebih cepat dibandingkan sisi bawah.

Akibatnya, terciptalah lengkungan sempurna yang sering kita lihat di pasar atau perkebunan. Hormon auksin membuat sel sisi atas buah tumbuh lebih cepat dibanding sisi bawah, jadi tercipta bentuk melengkung yang khas.

Selain untuk mencari cahaya, posisi melengkung ini sangat bermanfaat bagi kesehatan tanaman. Posisi ini membantu buah terhindar dari kontak langsung dengan tanah sehingga lebih bersih dan aman dari serangan penyakit.(*)

Berita Terkait

Bibit Padi Unggul di Tulang Bawang, Produksi 12 Ton per Hektare
Jangan Terkecoh Tampilan Bersih! Ini Ciri Ikan Asin Bebas Formalin
Khasiat Gambir, Emas Hijau Nusantara yang Digandrungi Dunia
Indigofera dan Jalan Baru Ketahanan Pakan di Lampung
Buah Nyamplung, Potensi Bahan Bakar Nabati dari Hutan
Manfaatkan Bungkil Inti Sawit, Peternak Lampung Bisa Hemat Biaya Pakan
Hemat Pakan, BRIN Olah Limbah Kulit Reptil Jadi Pakan Ikan Berkualitas
Urban Farming, Solusi Pangan di Tengah Hiruk Pikuk Lampung

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 17:16 WIB

Bibit Padi Unggul di Tulang Bawang, Produksi 12 Ton per Hektare

Selasa, 7 April 2026 - 17:24 WIB

Jangan Terkecoh Tampilan Bersih! Ini Ciri Ikan Asin Bebas Formalin

Senin, 30 Maret 2026 - 13:38 WIB

Khasiat Gambir, Emas Hijau Nusantara yang Digandrungi Dunia

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:21 WIB

Indigofera dan Jalan Baru Ketahanan Pakan di Lampung

Jumat, 13 Maret 2026 - 02:36 WIB

Buah Nyamplung, Potensi Bahan Bakar Nabati dari Hutan

Berita Terbaru

Menggenjot serapan menu ayam dan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mendesak kepatuhan terhadap regulasi harga.(Foto: ist)

Peternakan

Stabilisasi Harga Ayam Broiler Lewat Menu Makan Bergizi Gratis

Kamis, 11 Jun 2026 - 16:38 WIB