Cegah Krisis Pangan di Lampung, Petani Harus Mulai Mandiri Pupuk Organik

Senin, 23 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diversifikasi negara asal bahan baku, optimalisasi produksi dalam negeri, dan peralihan ke pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah.(ilustrasi: Kitani.id)

Diversifikasi negara asal bahan baku, optimalisasi produksi dalam negeri, dan peralihan ke pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah.(ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Konflik global dan penghentian ekspor bahan baku pupuk oleh Tiongkok memicu kelangkaan serta lonjakan harga pupuk di Indonesia.

Solusi: Diversifikasi negara asal bahan baku, optimalisasi produksi dalam negeri, dan peralihan ke pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah.

Data: Pasokan pupuk global terganggu akibat jalur Selat Hormuz terhenti, berdampak pada ketersediaan NPK nasional.

(Kitani.id): Ketegangan yang terjadi di Timur Tengah sejak akhir Februari lalu kini berdampak nyata hingga ke sektor pertanian kita. Konflik terbuka yang melibatkan kekuatan besar dunia telah mengganggu rantai pasok perdagangan global. Akibatnya, harga minyak melonjak dan biaya logistik meningkat tajam, yang kini mulai menjalar pada ancaman krisis pangan dunia.

Baca Juga  Plastik, Godzilla dan Pertanian

Kondisi ini diperparah dengan kebijakan Tiongkok sebagai produsen pupuk terbesar yang menghentikan ekspor bahan baku Nitrogen, Kalium, dan Fosfat. Langkah Beijing ini diambil untuk mengamankan stok domestik mereka karena jalur pengiriman melalui Selat Hormuz terhenti total.

Dampak Kelangkaan Bahan Baku Pupuk di Indonesia

Kebijakan penghentian ekspor dari Tiongkok ini menjadi alarm serius bagi sektor pertanian di tanah air, termasuk untuk wilayah Lampung. Tiongkok selama ini menjadi pemasok utama bahan baku pupuk, terutama untuk jenis NPK yang sangat dibutuhkan petani.

Baca Juga  Mitigasi El Nino, Petani Lampung Diminta Lakukan Percepatan Tanam Padi

Ketiadaan bahan baku tersebut dipastikan akan memicu lonjakan harga pupuk non-subsidi dan memberikan tekanan besar pada alokasi pupuk subsidi. Situasi ini dikhawatirkan membuat petani terpaksa mengurangi dosis pemupukan. Jika itu terjadi, produktivitas lahan akan menurun dan ketahanan pangan kita akan terancam.

Indonesia harus segera mencari diversifikasi negara asal bahan baku agar tidak bergantung pada satu negara saja. Selain mencari sumber baru, penguatan produksi pupuk dalam negeri menjadi keharusan yang mendesak.

Pupuk Organik Jadi Solusi Jangka Panjang

Menghadapi ketidakpastian harga pupuk kimia, peralihan ke pupuk organik kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan solusi strategis. Penggunaan pupuk organik menjadi jawaban tepat saat bahan baku pupuk kimia dunia sedang terguncang.

Baca Juga  Memanen Air Hujan, Solusi Atasi Banjir dengan Sumur Resapan dan Biopotri

Bukan hanya soal harga yang lebih terjangkau, pupuk organik terbukti mampu memperbaiki struktur tanah yang rusak akibat pemakaian kimia berlebih. Kesuburan tanah akan terjaga dalam jangka panjang, sehingga hasil panen petani Lampung tetap stabil meski di tengah krisis global.

Melalui kemandirian pupuk organik, petani tidak perlu lagi merasa cemas dengan fluktuasi harga pasar dunia. Langkah ini sekaligus menjadi momentum untuk mengembalikan kesehatan lahan pertanian kita demi masa depan pangan yang lebih baik.(*)

Penulis: Ir.Fahuri Wherlian Ali KM, SP, MM (Ketua Harian Ikaperta Unila)

Berita Terkait

Memanen Air Hujan, Solusi Atasi Banjir dengan Sumur Resapan dan Biopotri
Singkong Lampung, dari Keunggulan Komparatif Hingga Pusat Inovasi Nasional
Keadilan yang Belum Sampai ke Sawah
Godzilla Mengancam Lampung, Harga Pangan Berpotensi Melambung
Solusi Willingness To Pay, Cara Adil Atasi Banjir Tahunan di Lampung
Plastik, Godzilla dan Pertanian
Resonansi Cashflow PTPN I pada Ekonomi Kawasan, Cerita dari Warung Sate
Tumbal Angka di Tanah Surplus

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:23 WIB

Memanen Air Hujan, Solusi Atasi Banjir dengan Sumur Resapan dan Biopotri

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:24 WIB

Singkong Lampung, dari Keunggulan Komparatif Hingga Pusat Inovasi Nasional

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:17 WIB

Keadilan yang Belum Sampai ke Sawah

Sabtu, 25 April 2026 - 20:13 WIB

Godzilla Mengancam Lampung, Harga Pangan Berpotensi Melambung

Rabu, 15 April 2026 - 11:41 WIB

Solusi Willingness To Pay, Cara Adil Atasi Banjir Tahunan di Lampung

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB