Genjot Hilirisasi Pangan, Pemprov Lampung Siapkan Empat Kawasan Industri Strategis

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.(Foto: ist)

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.(Foto: ist)

(Kitani.id): Pemerintah daerah serius menggarap potensi besar di sektor agroindustri. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengungkapkan bahwa selama ini Lampung masih banyak “mengekspor” kekayaan alam dalam bentuk mentah.

Hal ini memicu upaya pemerintah untuk menyiapkan wadah pengolahan berupa kawasan industri yang tersebar di wilayah strategis. Langkah ini diambil untuk membalikkan keadaan.

Saat ini, sebanyak 70 persen komoditas asal Lampung keluar daerah tanpa pengolahan lebih lanjut. Dengan adanya pusat industri baru, komoditas lokal seperti hasil tani hingga hasil laut akan dikelola menjadi produk turunan yang bernilai ekonomi tinggi.

Baca Juga  Menteri Koperasi Atur Ketat Ritel Modern Alfamart dan Indomaret Masuk Desa

“Kita ingin Lampung menjadi pusat hilirisasi pangan. Jika kawasan industri ini berjalan, lompatan ekonomi kita akan sangat besar,” ujar Gubernur Mirza, Selasa (14 April 2026).

Empat Lokasi Prioritas Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah telah memetakan empat titik utama untuk pengembangan kawasan industri tersebut. Pertama, KI Rejosari di Natar dan Negeri Katon seluas 4.000 hektare yang akan fokus pada agroindustri. Lokasinya sangat menguntungkan karena berdekatan dengan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan Bandara Radin Inten II.

Kedua, KI Katibung di Lampung Selatan seluas 271 hektare yang diarahkan untuk industri petrokimia dan baja. Kawasan ini memiliki keunggulan akses laut dalam yang mendukung logistik besar. Ketiga, Way Kanan Industrial Estate seluas 4.500 hektare khusus untuk industri pertanian. Terakhir, Tanggamus Industrial Estate seluas 1.200 hektare yang fokus pada sektor maritim.

Baca Juga  Potensi Hilirisasi Komoditas Unggulan, Mentan Amran: Indonesia Jadi Rujukan Dunia

Beberapa kawasan sudah menyelesaikan studi kelayakan (feasibility study). Pemerintah optimis keberadaan infrastruktur pendukung seperti tol, kereta api, dan pelabuhan akan menarik minat investor untuk masuk ke Lampung.

Kejar Target Pertumbuhan Delapan Persen

Ambisi hilirisasi ini bukan tanpa tujuan. Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa menembus angka delapan persen. Namun, kesuksesan ini membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah kabupaten dan kota, terutama terkait percepatan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Baca Juga  Gubernur Mirza Minta BUMDes Pasok Dapur Makan Bergizi, Perputaran Uang Harus di Desa

Kelancaran dokumen administrasi seringkali menjadi batu sandungan investasi di daerah. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektoral kini diperketat agar persiapan lahan dan dokumen pendukung selesai tepat waktu.

Dengan beroperasinya kawasan industri ini, Lampung tidak hanya mengolah bahan baku lokal. Provinsi ini diproyeksikan mampu menjadi hub pengolahan komoditas bagi daerah lain di wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel).(*)

Berita Terkait

Terima Peserta Didik Sespimti Polri, Gubernur Mirza Tegaskan Pentingnya Kedaulatan Pangan
Kok Bisa TNI, Polri dan Kadin Punya Seribu Dapur MBG?
Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng
Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional
Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah
Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM
Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu
MBG di Mata Purbaya, Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 21:44 WIB

Terima Peserta Didik Sespimti Polri, Gubernur Mirza Tegaskan Pentingnya Kedaulatan Pangan

Kamis, 16 April 2026 - 15:47 WIB

Kok Bisa TNI, Polri dan Kadin Punya Seribu Dapur MBG?

Rabu, 15 April 2026 - 18:40 WIB

Genjot Hilirisasi Pangan, Pemprov Lampung Siapkan Empat Kawasan Industri Strategis

Sabtu, 11 April 2026 - 19:18 WIB

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng

Jumat, 10 April 2026 - 23:32 WIB

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Berita Terbaru

TNI, Polri, dan Kadin masing-masing mengelola 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna menjamin kelancaran program.(Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Kok Bisa TNI, Polri dan Kadin Punya Seribu Dapur MBG?

Kamis, 16 Apr 2026 - 15:47 WIB