Strategi Lahan Rawa Jadi Kunci Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penguatan sistem irigasi rawa melalui pendekatan terpadu (pembangunan infrastruktur, tata air, dan penguatan lembaga pengelola). (Foto: Antara)

Penguatan sistem irigasi rawa melalui pendekatan terpadu (pembangunan infrastruktur, tata air, dan penguatan lembaga pengelola). (Foto: Antara)

Inti Berita

Masalah: Stagnasi produktivitas padi, keterbatasan lahan tanam, pertumbuhan penduduk yang cepat, serta ancaman perubahan iklim.

Solusi: Penguatan sistem irigasi rawa melalui pendekatan terpadu (pembangunan infrastruktur, tata air, dan penguatan lembaga pengelola).

Data: Indonesia memiliki aset strategis berupa lahan rawa luas yang tersebar di berbagai wilayah untuk mendongkrak produksi pangan.

(Kitani.id): Potensi lahan rawa di Indonesia kini menjadi sorotan utama sebagai solusi menghadapi krisis pangan. Kepala BPSDM Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Apri Artoto, menegaskan bahwa lahan rawa adalah aset strategis negara. Jika dikelola secara optimal, lahan ini mampu memberikan kontribusi besar bagi produksi pangan nasional.

Baca Juga  Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Webinar Penguatan Irigasi Rawa pada Senin (16 Maret 2026). Menurut Apri, pemanfaatan rawa merupakan jawaban konkret atas mandeknya produktivitas komoditas padi saat ini. Selain itu, masalah sempitnya lahan tanam di wilayah lain juga menjadi tantangan yang harus segera diatasi.

“Potensi tersebut merupakan aset strategis yang apabila dikelola secara optimal dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan produksi pangan nasional,” kata Apri.

Tantangan Hidrologi dan Penguatan Irigasi

Namun, mengelola lahan rawa bukanlah perkara yang mudah. Apri menjelaskan bahwa karakteristik hidrologi di lahan rawa sangatlah kompleks dan unik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan tata air yang lebih adaptif serta terintegrasi dengan kebijakan pusat.

Baca Juga  Ketum HKTI: Program Jangan Berhenti di Atas Kertas

Langkah strategis yang perlu didorong adalah penguatan sistem irigasi rawa secara menyeluruh. Penguatan ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik atau rehabilitasi jaringan irigasi semata. Namun, mencakup juga perbaikan regulasi sumber daya air dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang terlibat.

Kunci Keberhasilan Pangan Nasional

Selanjutnya, efektivitas perencanaan tata air menjadi faktor penentu keberlanjutan produktivitas pertanian. Apri meyakini bahwa kelembagaan pengelola irigasi yang kuat akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Tanpa ketersediaan air yang terkelola dengan baik, pembangunan sistem pangan sulit tercapai.

Baca Juga  Antisipasi El Nino Lampung Siapkan 1.222 Irigasi Perpompaan

Akhirnya, kolaborasi antara infrastruktur yang mumpuni dan manajemen air yang tepat menjadi kunci utama. Pengelolaan sumber daya air yang matang akan memastikan ketersediaan air tetap terjaga sepanjang musim. Hal ini menjadi fondasi penting bagi keberhasilan pertanian Indonesia di masa depan.

“Pengelolaan sumber daya air menjadi faktor yang sangat menentukan, karena keberhasilan pembangunan pertanian sangat bergantung pada ketersediaan air yang cukup, terkelola dengan baik,” imbuh Apri. (*)

Berita Terkait

Kelompok Telur Penggerek Batang Jadi Sasaran Gerakan Nasional Kementan
Ketum HKTI: Program Jangan Berhenti di Atas Kertas
Mitigasi El Nino, Petani Lampung Diminta Lakukan Percepatan Tanam Padi
Konsumsi Sayur Masih Rendah, Program Makan Bergizi Gratis Jadi Solusi Strategis
Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur, Gubernur Mirza Raih KWP Award 2026
Jaga Stok Pangan, Pemprov Lampung Luncurkan Aplikasi eHorti untuk Petani Cabai
El Nino Godzilla, Petani Lampung Andalkan Jaringan Irigasi Air Tanah
Antisipasi El Nino Lampung Siapkan 1.222 Irigasi Perpompaan

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 14:41 WIB

Kelompok Telur Penggerek Batang Jadi Sasaran Gerakan Nasional Kementan

Selasa, 28 April 2026 - 12:25 WIB

Ketum HKTI: Program Jangan Berhenti di Atas Kertas

Kamis, 23 April 2026 - 23:05 WIB

Mitigasi El Nino, Petani Lampung Diminta Lakukan Percepatan Tanam Padi

Rabu, 22 April 2026 - 23:43 WIB

Konsumsi Sayur Masih Rendah, Program Makan Bergizi Gratis Jadi Solusi Strategis

Jumat, 17 April 2026 - 20:15 WIB

Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur, Gubernur Mirza Raih KWP Award 2026

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB