Hilirisasi Pertanian Lampung Utara Jadi Kunci Ekonomi di Musrenbang 2027

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Lampung Utara Tahun 2027. (foto: ist)

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Lampung Utara Tahun 2027. (foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Infrastruktur jalan kabupaten di Lampung Utara baru mencapai 46,67% dan komoditas pertanian masih banyak dijual mentah.

Solusi: Penguatan hilirisasi komoditas unggulan (singkong, jagung, kopi) dan integrasi program Desaku Maju dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Data: IPM Lampung Utara berada di angka 72,28. Pemprov Lampung mengalokasikan Rp40,52 miliar untuk perbaikan jalan provinsi di wilayah setempat pada 2026.

(Kitani.id): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong percepatan pembangunan di Lampung Utara melalui penguatan sektor hilirisasi pertanian. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal seperti ubi kayu, jagung, hingga kopi agar tidak lagi dijual dalam bentuk mentah.

Baca Juga  Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Musrenbang RKPD Kabupaten Lampung Utara Tahun 2027 di Kotabumi, Kamis (26 Maret 2026). Mirza, sapaan akrab gubernur, menekankan bahwa kekayaan bumi Lampung Utara harus dikelola oleh sumber daya manusia yang terampil.

Fokus pada Nilai Tambah Petani

Pemerintah Provinsi Lampung melihat potensi besar pada komoditas ubi kayu, jagung, padi, kedelai, kopi, karet, hingga pisang di Lampung Utara. Oleh karena itu, hilirisasi pertanian menjadi mesin utama untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat perdesaan secara berkelanjutan.

Baca Juga  ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung

“Hilirisasi menjadi kunci agar komoditas tidak lagi dijual mentah, tetapi memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi petani,” ujar Mirza.

Selain itu, kualitas SDM petani juga menjadi perhatian serius agar mampu mengoperasikan teknologi pengolahan hasil bumi. Peningkatan kompetensi tenaga kerja ini diharapkan selaras dengan kebutuhan dunia industri yang mulai masuk ke wilayah Lampung Utara.

Konektivitas dan Program Desaku Maju

Dukungan infrastruktur tetap menjadi prioritas untuk memperlancar distribusi hasil panen dari desa ke kota. Pada tahun 2026, Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran Rp40,52 miliar guna memperbaiki jalan provinsi di Lampung Utara sepanjang 5,39 kilometer.

Baca Juga  Terima Peserta Didik Sespimti Polri, Gubernur Mirza Tegaskan Pentingnya Kedaulatan Pangan

Pembangunan ini melengkapi Program Desaku Maju yang memberikan bantuan konkret berupa pupuk organik cair (POC) hingga mesin pengering (dryer). Program tersebut terbukti sukses meningkatkan produksi pertanian hingga 30 persen, seperti yang terjadi di Desa Wonomarto.

“Kami ingin perputaran ekonomi dari program nasional benar-benar dirasakan oleh petani dan pelaku UMKM di desa,” tegas Mirza saat membahas integrasi pangan lokal dengan program Makan Bergizi Gratis.(*)

Berita Terkait

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok
Daya Beli Petani Lampung Melemah Empat Bulan Berturut-turut
Kebijakan Presiden Turunkan Harga Pupuk Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Senin, 11 Mei 2026 - 08:58 WIB

ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:42 WIB

Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB