Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM

Jumat, 10 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim. (Foto: ist)

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim. (Foto: ist)

(Kitani.id): Akses permodalan bagi rakyat kecil sering kali terbentur tembok tebal aturan administrasi perbankan yang sangat kaku. Padahal, banyak petani dan pedagang di Lampung yang membutuhkan suntikan modal cepat untuk bertahan hidup.

Kondisi sulit ini akhirnya memaksa mereka mencari jalan pintas dengan meminjam uang kepada rentenir yang mencekik leher. Persoalan ini menjadi kontradiksi mengingat kontribusi UMKM mencapai 61 persen terhadap PDB dengan jumlah unit usaha mencapai 70 juta.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menyebut perbankan masih menerapkan asas kehati-hatian yang terlalu berlebihan bagi pemula. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa syarat jaminan tambahan dan proses berbelit tetap menjadi momok bagi warga.

Baca Juga  Koperasi Desa Merah Putih Lampung Siap Beroperasi Mei Mendatang

Kejelasan akses modal ini sangat penting karena menyangkut hajat hidup puluhan juta tulang punggung ekonomi nasional. Jika akses keuangan formal tetap sulit ditembus, maka usaha kecil masyarakat akan terus jalan di tempat atau bahkan bangkrut.

Menumbuhkan Kembali Ekosistem Usaha Mikro

Oleh sebab itu, kehadiran lembaga keuangan yang fokus pada pemberdayaan mikro menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi.

Baca Juga  Kok Bisa TNI, Polri dan Kadin Punya Seribu Dapur MBG?

“Kita tak bisa pungkiri perbankan masih memberlakukan persyaratan yang sulit dipenuhi oleh para pelaku UMKM pemula,” kata Chusnunia yang akrab disapa Nunik di Jakarta, Rabu (8 April 2026).

Maka, Nunik sangat mendukung gagasan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi untuk mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Melalui Danantara Indonesia, PNM akan bertransformasi menjadi bank khusus untuk mengoptimalkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Fokus utama perubahan ini adalah menumbuhkan kembali ekosistem usaha mikro yang selama ini kurang terperhatikan. Sebab, lewat Bank Khusus UMKM, pemerintah bisa memberikan pelayanan yang lebih spesifik dan tepat sasaran.

Baca Juga  Kebijakan Presiden Turunkan Harga Pupuk Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Nunik berharap lembaga ini nantinya memberikan paket lengkap mulai dari pendampingan, pelatihan, hingga penjaminan kredit. Pola terintegrasi ini menjadi senjata ampuh agar pelaku usaha kecil benar-benar bisa naik kelas.

“Lewat keberadaan bank UMKM kami juga berharap tumbuh ekosistem yang terintegrasi, dengan demikian para pelaku UMKM perlahan bisa terbebas dari rentenir,” tegasnya.(*)

Berita Terkait

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional
Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:14 WIB

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:06 WIB

Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Berita Terbaru