Serapan Beras Bulog Lampung 2025 Lampaui Target Hingga 130 Persen

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Lampung, Rindo Saputra. (foto: ist)

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Lampung, Rindo Saputra. (foto: ist)

Inti Berita

Masalah: Menunggu penugasan resmi pemerintah untuk program pangan tahun 2026.

Solusi: Memaksimalkan serapan gabah petani lokal dan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Data: Serapan beras 2025 mencapai 202 ribu ton (130% dari target) dan stok CBP saat ini 168 ribu ton.

(Kitani. id) : Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung mengukir prestasi gemilang sepanjang tahun 2025. Perusahaan negara ini berhasil menyerap beras petani lokal jauh di atas target yang ditetapkan.

Keberhasilan ini menjadi kabar baik bagi kesejahteraan petani di Bumi Ruwa Jurai. Pasalnya, serapan yang tinggi menunjukkan penyerapan hasil panen di tingkat bawah berjalan sangat maksimal.

Baca Juga  Ekonomi Lampung Bertumpu pada Kekuatan Petani dan Hilirisasi

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Lampung, Rindo Saputra, menjelaskan realisasi serapan mencapai 202 ribu ton setara beras. Angka ini setara dengan 130 persen dari target awal pusat yang hanya 155 ribu ton.

“Serapan ini berasal dari petani, gapoktan, hingga mitra kami di seluruh Lampung,” ujar Rindo pada Selasa (20/1/2026). Selain beras, Bulog Lampung juga sukses menyerap 19 ribu ton jagung pipil petani.

Capaian jagung ini menempatkan Lampung di posisi kedua tertinggi secara nasional. Hal ini membuktikan potensi pangan Lampung tetap menjadi pilar utama bagi stok pangan di Indonesia.

Baca Juga  Jaga Stok Pangan, Pemprov Lampung Luncurkan Aplikasi eHorti untuk Petani Cabai

Penyaluran Bantuan Pangan Tuntas

Tak hanya jago dalam menyerap hasil panen, Bulog Lampung juga sigap menyalurkan bantuan. Sepanjang 2025, bantuan pangan tahap pertama dan kedua telah tersalurkan 100 persen kepada masyarakat.

Pada tahap kedua di bulan Oktober-November, sebanyak 14.409 ton beras dibagikan. Selain beras, masyarakat juga menerima bantuan minyak goreng sebanyak 4 liter untuk dua kali alokasi.

Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pun terus berjalan untuk menjaga harga di pasar. Hingga akhir 2025, sebanyak 17.652 ton beras SPHP telah membanjiri pasar-pasar tradisional di Lampung.

Baca Juga  Akselerasi Ekspor Alpukat Siger Lampung Timur Melalui Penguatan Koperasi

Kabar baik berikutnya, stok pangan untuk warga Lampung dipastikan aman terkendali. Saat ini, Bulog Lampung mengelola 168 ribu ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang-gudang mereka.

Stok ini siap dikeluarkan kapan saja untuk keadaan darurat maupun operasi pasar. Program SPHP sendiri masih diperpanjang hingga tanggal 31 Januari 2026 mendatang.

Untuk tahun 2026, Rindo mengaku masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat. “Kami menunggu penugasan resmi agar bisa kembali fokus menyerap hasil panen petani Lampung,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional
Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:14 WIB

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:06 WIB

Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Berita Terbaru