Perjuangkan Nasib Petani Kecil, Indonesia Pimpin Reformasi Pertanian di Forum WTO

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso akan menghadiri pertemuan puncak Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-14 WTO akan digelar pada 26-29 Maret 2026 di Kamerun. (foto: ist)

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso akan menghadiri pertemuan puncak Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-14 WTO akan digelar pada 26-29 Maret 2026 di Kamerun. (foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Perundingan pertanian di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengalami stagnasi atau jalan di tempat selama beberapa tahun terakhir.

Solusi: Indonesia menggalang kekuatan negara berkembang (G-33) untuk menghidupkan kembali perundingan yang berpihak pada pembangunan dan ketahanan pangan.

Data: Pertemuan puncak Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-14 WTO akan digelar pada 26-29 Maret 2026 di Kamerun.

(Kitani.id): Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menegaskan bahwa Indonesia siap membawa misi besar dalam pertemuan internasional di Kamerun akhir Maret mendatang.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan suara petani kecil tetap terdengar di kancah global. Sebagai koordinator kelompok G-33, Indonesia ingin reformasi aturan perdagangan dunia lebih berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Baca Juga  Usai Swasembada Pangan, Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tiga Tahun Mendatang

Maka dari itu, momentum ini harus menjadi titik balik perundingan yang sempat mandek. Fokus utama yang diusung adalah perlindungan terhadap lonjakan impor yang sering merugikan petani lokal. Selain itu, penguatan stok pangan nasional juga menjadi agenda yang tidak bisa ditawar lagi.

Melindungi Hak Petani Melalui Instrumen Internasional

Pemerintah terus konsisten mendorong aturan perdagangan yang adil, inklusif, dan transparan. Indonesia bersama negara anggota G-33 menyatukan suara melalui Joint Ministerial Statement. Dokumen ini menjadi senjata utama untuk memperjuangkan instrumen perlindungan seperti Special Safeguard Mechanism (SSM).

Baca Juga  Gerakan Tanam Serentak di Mesuji Lampung Amankan Produksi Pangan

Instrumen tersebut sangat penting untuk mengatasi ancaman lonjakan produk impor di pasar domestik. Selain itu, isu Public Stockholding (PSH) tetap menjadi prioritas demi menjamin cadangan pangan pemerintah. Dengan demikian, kedaulatan pangan nasional tetap terjaga meski di tengah dinamika perdagangan dunia.

“Indonesia menekankan, KTM ke-14 WTO harus dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali perundingan pertanian WTO yang dalam beberapa tahun terakhir stagnan,” ujar Budi Santoso dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (10 Maret 2026).

Komitmen Nyata untuk Ketahanan Pangan Nasional

Kepemimpinan aktif Indonesia dalam forum ini menunjukkan keberpihakan yang jelas terhadap sektor agraris. Agenda pembangunan nasional harus tetap menjadi kompas utama dalam setiap perundingan internasional.

Baca Juga  Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Oleh karena itu, koordinasi dengan negara berkembang lainnya terus diperkuat agar isu prioritas tidak terabaikan. Budi Santoso juga menambahkan bahwa kesejahteraan petani kecil adalah jantung dari reformasi ini.

Sistem perdagangan multilateral harus responsif terhadap kebutuhan negara berkembang. Upaya ini dilakukan agar petani kita di daerah, termasuk di Lampung, mendapatkan perlindungan yang layak.

“Kepemimpinan aktif Indonesia dalam forum ini menegaskan komitmen nasional untuk memperjuangkan sistem perdagangan multilateral yang lebih inklusif, responsif, dan berpihak pada kepentingan pembangunan,” kata Budi menutup pernyataannya.(*)

Berita Terkait

Usai Swasembada Pangan, Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tiga Tahun Mendatang
Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional
Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:26 WIB

Usai Swasembada Pangan, Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tiga Tahun Mendatang

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:14 WIB

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Berita Terbaru

Menggenjot serapan menu ayam dan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mendesak kepatuhan terhadap regulasi harga.(Foto: ist)

Peternakan

Stabilisasi Harga Ayam Broiler Lewat Menu Makan Bergizi Gratis

Kamis, 11 Jun 2026 - 16:38 WIB