PTPN Siapkan Lahan Bioetanol Berbasis Singkong di Lampung

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PTPN Penyiapan 10.000 hektare lahan di Lampung dan Sumsel serta penguatan sinergi hulu-hilir.(foto: ist)

PTPN Penyiapan 10.000 hektare lahan di Lampung dan Sumsel serta penguatan sinergi hulu-hilir.(foto: ist)

(Kitani.id): PT Perkebunan Nusantara (PTPN) berkomitmen mendukung penuh program bioetanol berbasis singkong. Perusahaan menyiapkan lahan seluas 10.000 hektare untuk budidaya ubi kayu. Lahan ini tersebar di wilayah Lampung dan Sumatera Selatan.

Langkah strategis ini selaras dengan penetapan Lampung sebagai pusat penelitian singkong nasional. Bappenas menargetkan produktivitas lahan bisa menyentuh angka 30 ton per hektare. Fokus utamanya adalah menjamin pasokan bahan baku energi terbarukan yang stabil.

Baca Juga  Kolaborasi Program Desaku Maju Perkuat Ekonomi Desa di Lampung

Fokus Budidaya di Kedaton dan Bergen

Direktur Utama Holding PTPN III, Denaldy Mulino Mauna, meninjau langsung lokasi proyek. Khusus di PTPN I Regional 7, tersedia dua unit kebun utama. Lokasi tersebut berada di Kebun Unit Kedaton dan Kebun Bergen.

“Penguatan ketahanan energi merupakan agenda strategis nasional yang sangat penting,” tegas Denaldy saat kunjungan, Rabu (15 April 2026).

Pasalnya, pemerintah mengejar target implementasi E20 pada tahun 2028 mendatang. Hal ini memerlukan percepatan pembangunan pabrik dan pengembangan lahan yang masif.

Baca Juga  ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung

Sinergi Operasional di Lapangan

Keberhasilan program bioetanol berbasis singkong menuntut kesiapan di segala lini. Sinergi ini mencakup pasokan benih, teknologi panen, hingga kepastian pasar industri. Denaldy ingin memastikan seluruh ekosistem dari hulu ke hilir berjalan harmonis.

Didampingi Direktur Operasional PTPN I, Fauzi Umar, rombongan berdialog langsung dengan manajemen kebun. Diskusi terbuka ini bertujuan memetakan tantangan operasional dan peluang di lapangan. Upaya ini dilakukan agar PTPN I Regional 7 tetap kompetitif dan adaptif.

Baca Juga  Koperasi Desa Merah Putih Lampung Siap Beroperasi Mei Mendatang

Interaksi langsung tersebut memunculkan berbagai solusi tepat untuk keberlanjutan industri perkebunan. Semangat kebersamaan tim menjadi modal kuat dalam meningkatkan efisiensi kerja. Targetnya, produktivitas ubi kayu terus meningkat demi mendukung kemandirian energi nasional. (*)

Berita Terkait

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok
Daya Beli Petani Lampung Melemah Empat Bulan Berturut-turut
Kebijakan Presiden Turunkan Harga Pupuk Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Senin, 11 Mei 2026 - 08:58 WIB

ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:42 WIB

Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terbaru

sistem kesehatan hewan modern. (Ilustrasi: Kitani)

Peternakan

Kementan Perkuat Sistem Kesehatan Hewan Modern Berbasis iSIKHNAS

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:25 WIB

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak anjlok hingga sekitar 8% di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). (Ilustrasi: Kitani)

Dinamika

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Lampung (tengah) bersama PPL Provinsi Lampung. (Foto: Kitani)

Dinamika

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Penyaluran KUR di Lampung mencapai Rp3,59 triliun hingga pertengahan Mei 2026. (Ilustrasi: ist)

Dinamika

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB