Jadi Pusat Singkong Nasional, Lampung Targetkan Saingi Tailan

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

)

)

Inti Berita:

Masalah: Produktivitas singkong Lampung perlu ditingkatkan agar mampu bersaing dengan kompetitor global seperti Tailan dan Vietnam.

Solusi: Pembangunan National Cassava Center di Unila untuk riset bibit unggul dengan kadar aci tinggi.

Data/Biaya: Kerja sama antara Pemprov Lampung, Bappenas, dan Sungai Budi Foundation dengan lokasi pusat riset di Universitas Lampung dan laboratorium di Kota Baru.

(Kitani.id): Pemerintah Provinsi Lampung resmi menyepakati pengembangan National Cassava Center bersama Bappenas RI. Program strategis ini bertujuan meningkatkan produktivitas singkong petani Lampung melalui riset dan inovasi bibit unggul.

Baca Juga  Hilirisasi Komoditas Jadi Kunci Ekonomi Lampung Tembus 8 Persen

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan bahwa pusat riset ini merupakan kolaborasi dengan Sungai Budi Foundation. Fokus utamanya adalah mengejar ketertinggalan teknologi singkong dari negara pesaing.

“Kita ingin cassava kita lebih produktif agar bisa bersaing dengan Tailan dan Vietnam,” ujar Gubernur Mirza, Selasa (27/1/2026).

Riset Bibit Unggul dan Kualitas Aci di Unila

Pusat kegiatan ini akan dipusatkan di Universitas Lampung (Unila) dengan dukungan laboratorium di kawasan Kota Baru. Nantinya, para peneliti dan profesor dari berbagai universitas di Indonesia akan dilibatkan untuk menciptakan inovasi teknologi pertanian terbaru.

Baca Juga  Strategi Gubernur Mirza Bangun Ekosistem Ekonomi Desa, Jagung dan Pakan Ternak Jadi Kunci

Salah satu target utama riset ini adalah menghasilkan bibit singkong dengan kandungan aci yang lebih tinggi. Dengan bibit berkualitas, pendapatan petani diharapkan meningkat drastis karena hasil panen lebih bernilai di pasar.

“Bibit yang dihasilkan diharapkan punya kadar aci banyak, sehingga penghasilan petani kita naik,” jelas Mirza.

Lebih lanjut ia menegaskan, program ini akan segera berjalan dalam waktu dekat menggunakan fasilitas di Unila. Tujuan besarnya adalah menciptakan ekosistem industri tapioka yang efisien dari hulu ke hilir. Jika produktivitas meningkat, harga tapioka Lampung akan lebih kompetitif di pasar internasional.(*)

Berita Terkait

El Nino Godzilla, Petani Lampung Andalkan Jaringan Irigasi Air Tanah
Antisipasi El Nino Lampung Siapkan 1.222 Irigasi Perpompaan
Stok Beras Nasional Aman 11 Bulan, Mentan Amran Fokus Genjot Produksi
Ancaman Krisis Pangan, Mentan: Konglomerat Dunia Diam-diam Borong Lahan
Lampung Segera Tetapkan Area Lahan Sawah yang Dilindungi
Teknologi AWD Lewat Pipa Paralon, Solusi Hemat Air Sawah Hingga 20 Persen
Penguatan Sistem Irigasi Rawa Jadi Kunci Ketahanan Pangan Nasional
Mentan Amran Tantang Anak Muda Garap Sektor Pertanian, Bibit dan Pupuk Gratis!

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 18:34 WIB

El Nino Godzilla, Petani Lampung Andalkan Jaringan Irigasi Air Tanah

Rabu, 8 April 2026 - 12:40 WIB

Stok Beras Nasional Aman 11 Bulan, Mentan Amran Fokus Genjot Produksi

Selasa, 7 April 2026 - 17:00 WIB

Ancaman Krisis Pangan, Mentan: Konglomerat Dunia Diam-diam Borong Lahan

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:29 WIB

Lampung Segera Tetapkan Area Lahan Sawah yang Dilindungi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:52 WIB

Teknologi AWD Lewat Pipa Paralon, Solusi Hemat Air Sawah Hingga 20 Persen

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB