Ancaman Krisis Pangan, Mentan: Konglomerat Dunia Diam-diam Borong Lahan

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konglomerat transformasi pertanian menjadi aset strategis berbasis teknologi (bioteknologi & vertical farming). (Ilustrasi: Kitani.id)

Konglomerat transformasi pertanian menjadi aset strategis berbasis teknologi (bioteknologi & vertical farming). (Ilustrasi: Kitani.id)

(Kitani.id): Situasi pangan dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan sebuah fenomena menarik di mana para orang kaya atau konglomerat dunia kini mulai melirik sektor pertanian secara serius.

Mereka diam-diam memborong lahan pertanian dalam skala besar, sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman krisis pangan global yang kian nyata.

Perang di Timur Tengah dan Potensi Kelaparan

Dalam rapat kerja bersama DPR RI, Selasa (7 April 2026), Amran memaparkan data dari FAO yang menyebut 724 juta penduduk bumi sedang menderita kelaparan.

Baca Juga  Ketum HKTI: Program Jangan Berhenti di Atas Kertas

Kondisi ini diperparah oleh ketegangan di Asia Barat yang menutup jalur distribusi penting di Selat Hormuz. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa urusan perut akan menjadi persoalan politik dan ekonomi yang sangat sensitif di masa depan.

Oleh karena itu, pertanian kini tidak lagi dipandang sebelah mata. Inovasi seperti bioteknologi hingga pertanian vertikal (vertical farming) mulai menjadi tren investasi besar-besaran. Pangan kini resmi menjadi aset strategis yang lebih berharga daripada sekadar komoditas dagang biasa.

Baca Juga  Kelompok Telur Penggerek Batang Jadi Sasaran Gerakan Nasional Kementan

Ancaman El Nino Godzilla di Depan Mata

Selain dinamika global, Indonesia sedang dibayangi ancaman kemarau ekstrem yang disebut BRIN sebagai fenomena “El Nino Godzilla”.

Berdasarkan data BMKG, musim kering ini mulai menyapa sebagian wilayah Indonesia sejak April dan diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.

“Pangan semakin dipandang sebagai aset strategis,” tutur Amran. Untuk itu, penguatan ekosistem pangan berbasis teknologi menjadi kebutuhan mendesak agar kita tetap berdaulat di tengah gejolak dunia. (*)

Berita Terkait

Serapan Gabah dan Beras Petani Bulog Tembus 3 Juta Ton Juni 2026
101 Usulan Jaringan Irigasi Utama di Provinsi Lampung Siap Sokong Swasembada Pangan
Kelompok Telur Penggerek Batang Jadi Sasaran Gerakan Nasional Kementan
Ketum HKTI: Program Jangan Berhenti di Atas Kertas
Mitigasi El Nino, Petani Lampung Diminta Lakukan Percepatan Tanam Padi
Konsumsi Sayur Masih Rendah, Program Makan Bergizi Gratis Jadi Solusi Strategis
Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur, Gubernur Mirza Raih KWP Award 2026
Jaga Stok Pangan, Pemprov Lampung Luncurkan Aplikasi eHorti untuk Petani Cabai

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:39 WIB

Serapan Gabah dan Beras Petani Bulog Tembus 3 Juta Ton Juni 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:11 WIB

101 Usulan Jaringan Irigasi Utama di Provinsi Lampung Siap Sokong Swasembada Pangan

Kamis, 30 April 2026 - 14:41 WIB

Kelompok Telur Penggerek Batang Jadi Sasaran Gerakan Nasional Kementan

Selasa, 28 April 2026 - 12:25 WIB

Ketum HKTI: Program Jangan Berhenti di Atas Kertas

Kamis, 23 April 2026 - 23:05 WIB

Mitigasi El Nino, Petani Lampung Diminta Lakukan Percepatan Tanam Padi

Berita Terbaru