Serangga Bermanfaat, Sahabat Petani Pengusir Hama Alami

Kamis, 19 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ada beberapa jenis serangga bermanfaat yang menjadi pelindung alami.(ilustrasi: Kitani.id)

Ada beberapa jenis serangga bermanfaat yang menjadi pelindung alami.(ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Ketergantungan pada pestisida kimia mahal yang merusak ekosistem kebun.

Solusi: Melindungi predator alami seperti kepik dan belalang sembah di lahan.

Data: Satu larva kepik mampu melahap 40 kutu daun dalam satu jam.

(Kitani.id): Tidak semua serangga yang hinggap di tanaman adalah musuh petani. Faktanya, terdapat beberapa jenis serangga bermanfaat yang menjadi pelindung alami.

Mereka memangsa hama perusak seperti ulat dan kutu daun secara efektif. Oleh karena itu, keberadaan mereka sangat krusial bagi kesehatan tanaman Anda.

Baca Juga  Jaga Stok Pangan, Pemprov Lampung Luncurkan Aplikasi eHorti untuk Petani Cabai

Pertama, kita harus mengenal kepik sebagai pemangsa ulung di lahan. Saat masih fase larva, satu kepik mampu melahap 40 kutu daun.

Selain itu, ada pula lalat jala hijau yang menjadi predator generalis. Serangga ini sangat aktif memburu hama bertubuh lunak di sekitar tanaman.

Mengenal Predator Alami Penjaga Ekosistem Kebun

Selanjutnya, jenis serangga bermanfaat lainnya adalah belalang sembah yang sangat tangguh. Serangga ini memangsa lebah, kumbang, hingga kupu-kupu pengganggu di kebun.

Baca Juga  Mitigasi El Nino, Petani Lampung Diminta Lakukan Percepatan Tanam Padi

Kemudian, ada pula hoverflies atau lalat melayang yang membantu proses penyerbukan. Lalat ini juga sangat aktif memakan ulat serta kutu daun.

“Dengan membiarkan predator alami bekerja, ekosistem kebun akan menjadi lebih seimbang,” ungkap seorang penyuluh pertanian mengenai pentingnya keseimbangan hayati.

Terakhir, jangan lupakan kumbang tanah yang gemar memangsa ulat ngengat. Akhirnya, mari kita mulai melindungi keberadaan serangga-serangga menguntungkan ini sekarang.

Baca Juga  Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Tanaman akan tetap sehat dan bebas hama tanpa biaya pestisida mahal. Tentunya, cara ini membuat pertanian di Lampung menjadi lebih lestari.(*)

Berita Terkait

Bibit Padi Unggul di Tulang Bawang, Produksi 12 Ton per Hektare
Jangan Terkecoh Tampilan Bersih! Ini Ciri Ikan Asin Bebas Formalin
Khasiat Gambir, Emas Hijau Nusantara yang Digandrungi Dunia
Indigofera dan Jalan Baru Ketahanan Pakan di Lampung
Buah Nyamplung, Potensi Bahan Bakar Nabati dari Hutan
Manfaatkan Bungkil Inti Sawit, Peternak Lampung Bisa Hemat Biaya Pakan
Hemat Pakan, BRIN Olah Limbah Kulit Reptil Jadi Pakan Ikan Berkualitas
Urban Farming, Solusi Pangan di Tengah Hiruk Pikuk Lampung

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 17:16 WIB

Bibit Padi Unggul di Tulang Bawang, Produksi 12 Ton per Hektare

Selasa, 7 April 2026 - 17:24 WIB

Jangan Terkecoh Tampilan Bersih! Ini Ciri Ikan Asin Bebas Formalin

Senin, 30 Maret 2026 - 13:38 WIB

Khasiat Gambir, Emas Hijau Nusantara yang Digandrungi Dunia

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:21 WIB

Indigofera dan Jalan Baru Ketahanan Pakan di Lampung

Jumat, 13 Maret 2026 - 02:36 WIB

Buah Nyamplung, Potensi Bahan Bakar Nabati dari Hutan

Berita Terbaru