Petani Singkong dan Jagung Lampung Bakal Jadi Pemasok Bahan Baku Bioetanol

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung kembangkan bioetanol berbahan baku singkong dan jagung. (Foto:ist)

Lampung kembangkan bioetanol berbahan baku singkong dan jagung. (Foto:ist)

Inti Berita:

Masalah: Perlunya transisi energi hijau dan kemandirian energi nasional.

Solusi: Pengembangan teknologi Multifeedstock Bioethanol berbasis komoditas pertanian lokal.

Data/Biaya: Lampung memasok 70% singkong nasional dan 2,7 juta ton jagung per tahun untuk dukung target energi E20.

(Kitani.id): Pemerintah Provinsi Lampung sedang mematangkan rencana investasi besar untuk masa depan energi hijau. Provinsi ini ditunjuk menjadi pusat pengembangan teknologi bioetanol nasional. Rencana tersebut dibahas serius dalam rapat di Kantor Gubernur Lampung pada Kamis (29 Januari 2026).

Rapat dipimpin oleh Asisten III Setdaprov Lampung, Mulyadi Irsan. Pertemuan ini dihadiri oleh pihak Kementerian Investasi, Pertamina, hingga perusahaan raksasa asal Jepang, Toyota. Langkah ini menjadi angin segar bagi sektor pertanian di Bumi Ruwa Jurai.

Baca Juga  Gerakan Tanam Serentak di Mesuji Lampung Amankan Produksi Pangan

Dari Lahan Petani Lampung Menuju Swasembada Energi

Mulyadi Irsan menjelaskan bahwa Lampung memiliki keunggulan bahan baku yang luar biasa. Saat ini, 29 persen ekonomi Lampung berasal dari sektor pertanian. Kita memiliki produksi jagung sebesar 2,7 juta ton per tahun dan menyumbang 70 persen produksi singkong nasional.

Teknologi yang akan diterapkan bersifat multifeedstock atau bisa menggunakan banyak jenis bahan baku. Artinya, pabrik nantinya bisa mengolah ubi kayu, tebu, nira, hingga sorgum secara fleksibel. Hal ini memastikan produksi bahan bakar tidak akan mengganggu ketersediaan pangan masyarakat.

Baca Juga  Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng

Sebagai langkah awal, sebuah pabrik percontohan akan dibangun di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran. Di sana, Pertamina akan mengolah limbah sawit dan mulai melakukan uji tanam sorgum. Tim akademisi dari Universitas Lampung juga sedang mengkaji kondisi tanah agar budidaya skala besar berjalan lancar.

Investasi ini bukan hanya soal energi, tapi juga kesejahteraan petani lokal. Dengan hadirnya industri hilirisasi ini, harga jual komoditas diharapkan lebih stabil. Selain itu, proyek ini akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di sekitar lokasi industri.(*)

Berita Terkait

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional
Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras
Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG
Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung
Sinergi Ketahanan Pangan Lampung Perkuat Infrastruktur Pascapanen di Desa
ISPI Diminta Manfaatkan Potensi Besar Sektor Peternakan Lampung
Ekspor Tapioka Lampung Senilai Rp26 Miliar ke Tiongkok

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:14 WIB

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:06 WIB

Kementan Tantang Lampung Jadi “Tulang Punggung” Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:55 WIB

Bapanas Intervensi Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras

Senin, 18 Mei 2026 - 21:26 WIB

Giri Akbar Siapkan Model Ekosistem Ekonomi Lokal Sinergi MBG

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:48 WIB

Pertanian Dominasi Penyerapan KUR di Lampung

Berita Terbaru