Inti Berita:
• Masalah: Banyak petani salah paham bahwa hilirisasi hanya soal pembangunan pabrik besar.
• Solusi: Peremajaan kebun dengan bibit unggul untuk menjamin stok bahan baku industri.
• Data: Program peremajaan mengganti pohon tua agar hasil panen stabil jangka panjang.
(Kitani.id): Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah hilirisasi kelapa sawit. Saat ini pemerintah memang sedang gencar mendorong program strategis tersebut.
Namun, perlu dipahami bahwa hilirisasi bukan sekadar membangun pabrik pengolahan saja. Proses ini sebenarnya upaya menaikkan nilai tambah komoditas dari hulu ke hilir.
Langkah pertama justru dimulai dari pembenahan kondisi kebun milik petani sendiri. Selanjutnya, Kementerian Pertanian fokus meningkatkan produktivitas melalui program peremajaan sawit rakyat.
Petani diimbau mengganti pohon tua dengan bibit unggul baru yang lebih produktif. Strategi ini sangat efektif menekan risiko pembukaan hutan baru di wilayah Lampung.
“Hilirisasi itu proses naiki nilai tambah dari hulu sampai hilir. Mulai dari kebunnya dulu, tidak langsung jadi produk akhir,” terang sumber Kementerian Pertanian.
Kebun Kuat Menarik Minat Investasi Industri
Kemudian, ketika kondisi kebun sudah kuat, hasil panen pasti akan melimpah. Ketersediaan stok bahan baku yang aman akan sangat menjamin kebutuhan industri.
Hal inilah yang nantinya menarik minat investor untuk membangun pabrik pengolahan. Mereka akan mengolah sawit menjadi produk turunan yang nilai jualnya lebih tinggi.
Dengan persediaan yang berkelanjutan, ekonomi petani kelapa sawit akan semakin terbuka luas. Akhirnya, mari kita dukung peningkatan nilai tambah ini mulai dari sekarang.
Caranya dengan melakukan perawatan kebun secara lebih baik dan juga profesional. Hilirisasi yang kuat tentu akan menciptakan masa depan perkebunan sawit yang lebih sejahtera.(*)








